Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Keguguran jadi hal yang paling dikhawatirkan para ibu yang sedang mengandung. Berbagai cara pasti dilakukan untuk mempertahankan janin. Terutama pada kehamilan pertama di mana ibu belum mengetahui secara detail terkait kondisi janin dan kesehatannya.
Risiko keguguran bisa terjadi di usia kehamilan berapa pun. Namun menurut Helain Landy, seorang dokter spesialis kandungan yang juga ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di Georgetown University Hospital, AS, risiko keguguran paling tinggi pada usia 0 hingga 20 minggu.
" Lebih dari 80 persen keguguran, terjadi pada trimester pertama kehamilan. Kadang-kadang, terjadi pada awal dalam kehamilan, bahkan saat ibu belum tahu kalau sedang mengandung," ujar Landy.
Kabar baiknya adalah risiko keguguran akan menurun pada akhir trimester pertama. Jadi, setelah usia kandungan mencapai 14 minggu, risiko keguguran menurun drastis.
Pastikan untuk menjalani USG trimester pertama secara rutin untuk memastikan bahwa janin dalam ukuran yang sesuai dan memiliki detak jantung. Dengan mengetahui masalah pada kehamilan lebih awal, risiko keguguran juga akan menurun.
" Banyak perempuan yang pernah mengalami keguguran bisa hamil lagi dan melahirkan bayi yang sehat. Tapi pastikan melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan. Terutama jika terjadi keguguran berulang," ungkap Landy.
Kesempatan hamil lagi pada ibu yang pernah mengalami keguguran hampir sama dengan ibu lain yang belum pernah keguguran. Tapi penting dicatat, risiko keguguran akan semakin meningkat seiiring pertambahan usia ibu.
Pemeriksaan menyeluruh seperti masalah rahim, ketidakseimbangan hormon, atau kondisi medis kronis juga baru dilakukan dokter ketika terjadi keguguran berulang. Misalnya jika seorang ibu sudah mengalami dua atau tiga kali keguguran.
Sumber: Parents
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha