Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Ibu Bekerja (Foto: Shutterstock)
Dream – Setelah menikah ada yang ingin segera memiliki anak namun ada juga yang menunda. Salah satu alasan untuk menunda kehadiran momongan adalah karier. Pada ibu khususnya, kehamilan dan mengurus bayi tak dipungkiri berdampak pada fokus dan target yang ingin dicapai.
Saat hamil lalu melahirkan, fokus ibu cenderung ingin mengurus buah hati semaksimal mungkin. Target-target yang ingin dicapai dalam hal karier akhirnya dikesampingkan. Meskipun ada juga yang bisa melakukan keduanya secara bersamaan, dengan usaha dan kerja yang sangat keras tentunya.
Bagi ibu yang juga ingin mengejar karier, serangkaian pertanyaan pun dilontarkan dari dalam diri. “ Di umur berapakah akan memiliki anak? Tahun ini? Tahun depan? Atau beberapa tahun ke depan? Bagaimana nanti membagi waktu dengan karier?”.
Dalam sebuah studi berjudul The Parental Gender Earnings Gap in the United States, mengungkap fakta yang cukup penting soal karier dan gaji istri. Dari penelitian diketahui, jika ingin gaji dan karier terus menanjak, sebaiknya perempuan memiliki anak pertama sebelum usia 25 atau setelah 35.
Yaitu ketika baru memulai karier atau saat karier sudah dalam kondisi stabil. Bagi ibu yang memiliki anak pertama di usia antara 25 hingga 35 tahun, biasanya akan muncul masalah dalam hal peran. Pasalnya di usia tersebut seseorang cenderung sedang sibuk membangun karier, bekerja keras, dan gaji pun belum mencukupi kebutuhan mengurus anak.
Jika melahirkan sebelum 25 tahun, maka anak sudah mulai mandiri dan Anda sudah bisa mulai berkarier. Sementara, jika setelah 35 tahun, Anda sudah mapan, memiliki biaya lebih untuk pendidikan anak, dan memiliki waktu lebih untuk mengurus anak.
Saat memiliki anak di usia tersebut kesenjangan gaji antara istri dan suami juga tak terlalu jauh. Keuangan keluarga pun jadi lebih stabil, begitu juga kondisi karier ibu.
Sumber: Pure Wow
Laporan Dina Nazhifah
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

