Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Yogurt
Dream - Pencernaan sehat, maka kondisi tubuh anak secara keseluruhan akan lebih sehat. Hal ini karena adanya adanya microbiome, yaitu bakeri baik yang hidup dalam sistem pencernaan
manusia.
Dari penelitian yang dilakukan seorang ahli mikrobiologi, keberadaan mikrobiome dalam tubuh manusia mampu meningkatkan sistem kekebalan. Hal ini karena microbiome juga
mengatur metabolisme tubuh, bahkan mempengaruhi otak.
Artinya bisa berdampak positif untuk mengurangi risiko gangguan suasana hati dan berpotensi melindungi anak dari masalah mental.
Lalu bagaimana caranya agar level microbiome pada usus anak tetap stabil? Ini 4 langkahnya.
1. Berikan sayur dan kacang-kacangan
Beberapa sayur dan kacang-kacangan diketahui bisa merangsang pertumbuhan microbiome dalam usus. Antara lain edamame, kedelai hitam, bayam, dan avokad. Untuk itu sertakan
asupan-asupan tersebut pada camilan si kecil. Bisa juga diolah menjadi makanan utama.
2. Makan makanan 'berbakteri' baik
Yogurt atau kefir juga sebainya sering diberikan pada anak. Kandungan bakteri hidup dan bersifat baik, akan sangat berdampak positif pada kesehatan ususnya. Konsumsi yogurt secara
teratur akan menurunkan risiko infeksi pencernaan.
3. Jangan terlalu bersih
Tak perlu selalu mensterilkan dan mencuci makanan secara berlebihan sebelum dikonsumsi si kecil. Paparan bakteri malah terkadang dibutuhkan. Kebiasaan terlalu bersih juga pada kasus
tertentu malah bisa meningkatkan risiko alergi.
4. Penggunaan antibiotik dengan cermat
Beberapa penyakit kadang membutuhkan penanganan antibiotik. Biasanya penyakit yang disebabkan bakteri. Konsumsi antibiotik sendiri memang akan mematikan bakteri jahat. Tapi ada juga efek sampingnya, yaitu mematikan bakteri baik yang ada di dalam tubuh. Untuk itu jika si kecil diberi antibiotik pastikan konsumsinya sesuai anjuran dan tak berlebihan.
Sumber: Parents
Laporan Ferra Ferdiana
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis