Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Nyamuk Demam Berdarah
Dream - Indonesia merupakan negara kedua di dunia dengan jumlah kasus demam berdarah tertinggi setelah Brasil. Kasus demam berdarah memang cukup tinggi, bukan hanya di daerah tapi juga di kota-kota besar.
Jika cepat ditangani penyakit demam berdarah ini bisa sembuh. Tapi jika penanganannya kurang tepat dan lambat, bisa berujung pada kematian. Sebagai langkah pencegahan pada September 2016 lalu, sudah diedarkan vaksin demam berdarah produksi Sanofi Pasteur.
Vaksin bermerek Tetravalen ini bisa didapatkan di rumah sakit atau rumah vaksin dengan harga sekitar Rp 1 juta per 1 kali pemberian vaksin . Untuk pemberiannya, vaksin bisa diberikan pada anak-anak mulai usia 9 tahun.
" Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan vaksin ini memiliki hasil efikasi terbaik pada anak usia 9-16 tahun, sedangkan apabila diberikan di bawah usia 9 tahun akan meningkatkan risiko untuk dirawat karena infeksi dengue dan meningkatkan risiko mendapatkan dengue yang berat, khususnya pada anak dengan kelompok usia 2-5 tahun," ujar dr. Ari Prayitno, Sp.A(K)
Jadi, vaksin Dengue dapat diberikan pada anak usia 9-16 tahun sebanyak 3 kali dengan jarak pemberian 6 bulan. Pemberian vaksin juga dapat dimulai kapan saja sejak anak berusia 9 hingga 16 tahun.
Pada anak yang sudah pernah mengalami penyakit demam berdarah, vaksin tetap bisa diberikan. Mengapa? Hal ini dikarenakan pada saat anak terinfeksi Dengue, hampir tidak mungkin anak tersebut terinfeksi 4 serotipe virus sekaligus.
" Biasanya anak hanya terkena satu serotipe virus saja pada satu kali infeksi. Dengan pemberian vaksin Dengue yang mengandung 4 serotipe, anak yang sudah terinfeksi akan tetap membentuk kekebalan terhadap serotipe lain yang belum menginfeksi anak tersebut," kata dokter Ari.
Laporan dr. Siti Rayhani Fadhila, BMedSc (Hons.)
Sumber: IDAI
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012