Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Insiden Anak Didorong Dari Mobil Di Malang.
Dream - Seorang ibu tampak mendorong putrinya untuk keluar dari mobil berulang kali. Ibu tersebut mendorongnya berkali-kali sampai putrinya jatuh telungkup. Video memilukan tersebut viral di media sosial dan membuat miris banyak orang.
Pihak kepolisian akhirnya turun tangan. Diketahui kalau insiden tersebut terjadi di Malang, Jawa Timur. Sang ibu lalu meminta maaf melalui media sosial. Novita Tandry, seorang psikolog anak dan keluarga angkat bicara mengenai hal ini.
Menurutnya kondisi tersebut banyak ia temui saat sesi konseling. Bahkan lebih parah dari video tersebut.
" Masalah ini jadi masalah umum pola asuh orangtua di Indonesia, yaitu pola asuh sehari-hari dan tanggung jawab. Menganggap anak sebagai tugas, beban, mengurusnya karena keterpaksaan, bukan amanah yang nantinya harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan di hari akhir," kata Novita saat dihubungi Dream.co.id, Jumat 29 Maret 2019.
Ia juga menjelaskan, banyak orangtua menganggap anak merupakan miliknya, berada di area domestik yang tak boleh disentuh orang lain. Anak jadi semacam 'barang' yang bisa diperlakukan sesukanya.
" Muncul kekerasan seperti video tersebut, anak diperlakukan semena-mena. Memberi hukuman yang tak memperhatikan keselamatan anak dan bisa melukai psikologisnya serta memunculkan trauma," ungkap psikolog lulusan University of New South Wales, Australia ini.
© Dream
Novita memberi pesan khusus kepada orangtua, bahwa menjadi orangtua adalah pekerjaan tersulit di dunia. Kita tak bisa hanya mengandalkan insting saja, tapi juga harus menggali informasi dan pengetahuan seputar pengasuhan anak.
Caranya, dengan memahami tahapan perkembangan anak. Banyak membaca buku dan literatur terkait pola asuh. Termasuk selalu mencari cara untuk memperbaiki pola asuh.
" Banyak orangtua lupa kalau anak itu titipan Tuhan, amanah yang hari akhir nanti akan dipertanyakan bagaimana kita mengurusnya. Jika orangtua memahami ini dengan baik, ia akan melakukan berbagai cara untuk menjadi orangtua yang baik, yang memahami dan mendengarkan anak, serta berusaha menikmati tiap momen saat menjadi orangtua," ujar Novita.
Ibu dua anak ini juga mengingatkan, kalau menjadi orangtua itu hanya sementara. Nantinya anak akan hidup dengan jalannya sendiri. Jadi, momen mengurus anak itu sangat sebentar.
" Nikmati proses mengurus anak yang hanya sementara, waktu itu sangat cepat. Buatlah memori yang manis dan hangat pada anak, senantiasa selalu perbaiki diri dan pola asuh, kuncinya adalah happy parenting," pesan Novita.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya