Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Colton Saat Di Rumah Sakit (Foto: Facebook Kait Ellen)
Dream - Berlompat-lompat jadi aktivitas favorit anak-anak. Apalagi saat mereka berada di kasur yang sangat membal. Tak heran kalau anak balita sangat suka menaiki trampolin dan melompat tinggi di atasnya.
Kini banyak playground yang juga menyediakan trampolin mini untuk anak-anak. Tapi tak banyak yang tahu kalau permainan trampolin bisa sangat berbahaya bagi anak-anak di bawah usia 6 tahun.
Seperti pengalaman buruk yang dialami Colton, bocah asal Amerika Serikat, yang masih berusia 3 tahun. Bersama ibu dan ayahnya bocah ini menikmati lompatan tinggi di trampolin. Tapi
insiden mengerikan terjadi.
Colton jatuh dari trampolin yang mengakibatkan tulang femur, tulang yang paling kuat di tubuh, mengalami keretakan. Kait Ellen, ibu dari Colton, mengungkap kalau ia baru tahu America Academy of Pediatrics (AAP) dan America Academy of Orthopedic Surgeons (AAOS), melarang anak di bawah usia 6 tahun untuk melompat di trampolin.
Ellen pun memposting kondisi Colton di akun Facebooknya. Ia juga menyebarkan pesan dari dokter anak dan dokter bedah tulang Colton pada banyak orangtua lainnya.
" Anak di bawah usia 6 tak boleh naik trampolin karena fakta bahwa tulang mereka masih rapuh dan bukan untuk dibuat untuk menahan tekanan berulang dari lompatan. Kami tidak tahu dan sangat terkejut mengetahui hal ini dari ahli bedah ediologi anak kami selama tinggal di rumah sakit," ungkap Ellen.
Perawatan intensif pun dilakukan. Colton ditangani oleh spesialis bedah tulang anak. Bocah tersebut harus menggunakan penyangga pinggang selama 6 minggu dan tak boleh dilepas hingga tulangnya sembuh.
Ellen membagi pengalaman buruknya agar para orangtua tidak lagi membiarkan anak balitanya menaiki trampolin. Ia tak mau kondisi menyedihkan yang dialami Colton terjadi pada anak lain. Faktanya, menurut data dari AAP pada 2014, kasus kecelakaan anak akibat trampolin mencapai 6.932.
Jadi para orangtua, trampolin adalah permainan berbahaya untuk balita Anda. Jangan biarkan si kecil bermain permainan tersebut jika usianya belum mencapai 6 tahun.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari