Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gummy Candy (Pixabay)
Dream - Memberi tablet vitamin pada anak jadi salah satu solusi orangtua untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Terutama pada anak-anak yang sulit makan. Bentuk vitamin untuk anak pun tak seperti obat.
Rasanya cenderung manis, kemasannya sangat menarik, bahkan kini banyak sekali vitamin berbentuk permen kenyal atau seperti gummy candy. Dengan tampilan yang lucu dan rasa seperti permen, anak-anak tentu saja sangat menyukai vitamin dengan tekstur yang kenyal ini.
Mungkin banyak yang penasaran, apakah benar vitamin kenyal ini memiliki khasiat sama seperti vitamin lain? Zhaoping Li, profesor dan kepala dari divisi nutrisi klinis University of California, Los Angeles menyebut bahwa pada dasarnya semua vitamin itu sama.
Dilansir dari Huffington Post, Li menyebut bahwa banyak orang skeptis dengan vitamin berbentuk gummy ini karena bahan pembuatannya.
" Gummy dibuat dari gelatin. Selain itu biasanya juga terdapat beberapa kandungan di dalamnya seperti glukosa atau sirup glukosa. Ada juga penambahan pewarna makanan. Lalu terdapat juga asam sitrus untuk membuatnya tetap stabil," sambung Li.
Li menerangkan bahwa sesungguhnya berbagai bentuk vitamin baik berupa gummy, pil, maupun tablet telah mengalami proses kimia yang membantu membentuk vitamin itu dalam bentuk yang sedemikian rupa.
" Sesungguhnya kekhawatiran yang muncul pada vitamin gummy ini juga muncul pada tablet," jelas Li.
Walau begitu, tetap ada kekhawatiran mengenai kandungan gula yang terdapat dalam vitamin berbentuk gummy. Rasa manis pada jenis vitamin ini dihasilkan dari kandungan gulanya.
Bonnie Taub-Dix, seorang pakar gizi, menyebut bahwa walau mengandung gula, kandungan dalam vitamin gummy ini tidak terlalu besar. Selain itu, jumlahnya juga masih dalam batas aman untuk dikonsumsi.
Rasa manis yang muncul dari gummy vitamin ini justru menimbulkan masalah pada gigi. Jika gigi tidak dibersihkan dengan benar setelah mengonsumsi vitamin ini, maka akan membahayakan kesehatan gigi dan mulut.
" Pada anak-anak, karena mereka menyukai rasa manis, mereka dapat berlebihan dalam mengonsumsinya karena ketidaktahuan," jelas Li.
Orangtua harus mengawasi jika anak mengonsumsi vitamin ini. Pastikan dosisnya tepat dan berkumur atau sikat gigi setelah mengonsumsinya.
Laporan Rizky Wahyu Permana/ Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya