Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Virus Campak
Dream - Sudahkah si kecil divaksin campak? Jika belum, segera berikan vaksinasi campak pada buah hati. Virus campak kini sedang kembali mewabah di negara-negara Eropa. Bukan tidak mungkin virus tersebut juga mewabah di Asia termasuk Indonesia.
World Health Organization (WHO) secara resmi mengumumkan sejak awal 2017 dilaporkan terjadi lebih dari 559 kasus campak di Eropa. Angka tersebut cukup besar. Salah satu pemicunya adalah menurunnya angka cakupan imunisasi di bawah ambang yang diperlukan.
" Wabah campak akan terus terjadi di Eropa, seperti di tempat lain. Setiap negara harus mencapai tingkat imunisasi yang diperlukan untuk sepenuhnya melindungi kesehatan seluruh warganegara," kata Dr Zsuzsanna Jakab, Direktur Regional WHO untuk Eropa, seperti dikutip dari situs WHO, 28 Maret 2017.
Sebanyak dua pertiga dari 53 negara di Eropa mengalami transmisi endemik campak. Menurut data dari Regional Verification Commission for Measles and Rubella Elimination (RVC),
Dari 559 kasus campak yang muncul sejak Januari 2017, sebanyak 474 terjadi di 7 negara. Yaitu Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Rumania, Swiss dan Ukraina.
Pada Februari jumlah infeksi meningkat tajam. Hal ini diperkirakan karena cakupan imunisasi nasional campak di negara-negara tersebut kurang dari 95 persen.
“ Saya mendesak semua negara endemik untuk mengambil langkah-langkah mendesak demi menghentikan penularan campak dalam perbatasan mereka, dan semua negara yang telah mencapai ini untuk menjaga dan mempertahankan cakupan imunisasi yang tinggi," ujar Dr Jakab.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari