Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Pemeriksaan Ultrasonografi
Dream - Seringkali ibu hamil yang mengalami keguguran menyalahkan faktor stres dan kelelahan sebagai pemicu utama. Ternyata, hal tersebut tidak terbukti kebenarannya. Menurut dr. Damar Prasmusinto, konsultan fetomaternal, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran UI, keguguran paling banyak terjadi di trimester pertama.
Pada kasus keguguran di awal kehamilan, sebagian besar penyebabnya adalah kromosom yang kurang berkualitas. Kromosom dari embrio tak cukup kuat sehingga mudah mengalami gangguan hingga keguguran.
" Sebanyak 30% resiko keguguran terjadi di trimester pertama. Jadi cukup sering keguguran terjadi di awal kehamilan, cuma orang mungkin tidak sadar. Penyebab utama keguguran itu kromosom yang tidak bagus, bukan stres," ujar Damar di Pullman Hotel, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Agustud 2017.
Persentase kromosom sebagai penyebab utama keguguran cukup tinggi. Damar menyebut keguguran karena kromosom yang tidak bagus mencapai angka 50% sebagai faktor utama keguguran, disusul infeksi sebanyak 30%, dan faktor lainnya termasuk stres 20%.
" Kenapa kromosom tidak bagus? Karena sperma dan sel telurnya tidak bagus. Kenapa tidak bagus? Karena nutrisinya mereka, ibu dan ayah, tidak bagus. Jadi spermanya juga bukan kualitas yang bagus, sel telurnya juga. Balik-baliknya ke nutrisi lagi," imbuh Damar.
Damar mengungkapkan upaya yang dapat dilakukan oleh calon ibu dan ayah adalah dengan mulai membiasakan memenuhi kebutuhan nutrisi, baik makronutrien dan mikronutrien, sedini mungkin.
" Dari remaja udah mulai biasakan makan yang sehat dan bagus. Bisa dibantu oleh suplemen saat merencanakan kehamilan, saat hamil, maupun sesudah melahirkan," ucap Damar.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari