Kamis, 15 Oktober 2026 Cari

Waspada, Anak Bisa Terpapar Radikalisme Lewat Medsos

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 19 Mei 2018 08:28
Waspada, Anak Bisa Terpapar Radikalisme Lewat Medsos
Paham radikalisme lewat medsos termasuk salah satu modus yang seringkali dipilih jaringan teroris.

Dream - Fakta miris terungkap dari kasus pemboman di Surabaya beberapa hari lalu. Pelakunya merupakan pasangan suami istri yang melibatkan anak-anaknya. Rupanya sang anak terus didoktrinasi dengan radikalisme.

Pengaruh radikalisme yang begitu besar berasal dari ajaran orangtua. Namun ada juga yang harus diwaspadai yaitu pengaruh media sosial. Paham radikalisme lewat medsos termasuk salah satu modus yang seringkali dipilih jaringan teroris, terlebih lagi yang menyasar anak-anak.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Anak Berhadapan Hukum (ABH), Putu Elvina, menegaskan keterkaitan paparan radikalisme di medsos pada anak.

" Aspek medsos ini sangat mengerikan. Anak gampang mengakses internet. Mereka bahkan bisa mencari sendiri konten-konten radikal di medsos," ujar Putu di Kantor KPAI, Jakarta.

Pengasuhan yang kurang maksimal dari keluarga makin membuat anak termakan paham radikalisme. Apalagi tidak adanya pantauan orangtua terhadap konten yang diakses anak. Anak semakin tidak tahu, mana konten yang benar dan salah di medsos.

Gerakan radikalisme ini biasanya mengincar remaja yang baru saja lulus SMA dan memasuki bangku kuliah. Di mana semangat dan intelektualnya sedang sangat membutuhkan tantangan.

Untuk itu orangtua diminta untuk tetap mengawasi dan waspada jika ada perubahan ekstrem yang terjadi pada anak. Terkait dengan konten radikalisme dan terorisme yang menyebar di medsos, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) baru saja membuat laman pengaduan.

Pengaduan tidak hanya menyangkut kasus radikalisme dan terorisme, melainkan konten berita bohong, pornografi, ujaran kebencian, kekerasan, serta hal-hal kriminal lainnya (kekerasan, malware, dan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual). Pengumuman laman aduan tersebut diunggah pada Senin, 14 Mei 2018 lewat akun Twitter @aduankonten.

Sumber: Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com

 

 

 

Beri Komentar