Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Hipertensi pada kehamilan sangatlah berbahaya dan dapat memicu komplikasi. Begitu pula dengan anemia, kondisi ini juga tidak boleh diabaikan bagi ibu hamil.
Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) di 2015, jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 305 jiwa per 100 ribu.
Sedangkan berdasarkan SDKI di 2017, jumlah Angka Kematian Bayi (AKB) tercatat sebesar 24 jiwa per 1.000 bayi.
Salah satu faktor pemicunya adalah anemia yang dialami ibu hamil. Anemia ditandai dengan jumlah sel darah merah yang lebih rendah dari jumlah normal.
"Anemia selalu masuk ke dalam 5 faktor risiko AKI dan AKB terbanyak di sejumlah daerah, termasuk Kupang dan Indramayu," ujar dr. Ari Waluyo, Sp. OG, Co-Founder & Chief Executive Officer Sehati Group di peluncuran TeleCTG, Jakarta, Senin 16 Desember 2019.
© Dream
Anemia pada ibu hamil terjadi karena sejumlah faktor. Secara alami, wanita memang lebih rentan mengalami anemia ketika hamil. Untuk itu sangat penting memperhtikan asupan harian dan melakukan pemeriksaan rutin.
"Saat usia kehamilan di atas 8,5 bulan biasanya terjadi proses pengenceran darah agar nutrisi bayi tercukupi dan meringankan kinerja jantung. Akibatnya hemoglobin (Hb) jadi menurun," kata dr. Ari.
Berkaca pada kebiasaan ibu hamil di masa lalu, anemia juga dapat disebabkan oleh obsesi menurunkan berat badan. Wanita cenderung memangkas nutrisi dengan melakukan diet ekstrim.
© Makanan Bergizi untuk ibu hamil
Tidak terpenuhinya nutrisi menyebabkan ibu hamil rentan kekurangan zat besi yang berfungsi membentuk Hb.
Selain asupan yang tidak tercukupi, hal ini juga bisa diakibatkan oleh gangguan pada penyerapan zat besi atau peningkatan kebutuhan zat besi.
Faktor risiko akan semakin tinggi jika wanita memiliki riwayat anemia bahkan sebelum mengandung.
"Jadi kita harus mempersiapkan sebelum ibu hamil. Otomatis harus dimulai dengan kesehatan reproduksi remaja," jelasnya.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?