Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
ASI Perah
Dream - Selama hamil dan menyusui, ibu memang dianjurkan untuk tidak minum alkohol dan merokok serta mengurangi kontak dengan paparan zat kimia berbahaya. Hal ini karena dikhawatirkan bisa mengontaminasi ASI yang akan membahayakan bayi.
Ada beberapa zat kimia yang bisa masuk dengan mudah ke dalam tubuh dan air susu ibu. Jadi, berhati-hatilah dengan paparan zat-zat berikut.
Bisphenol A (BPA)
Zat ini banyak terdapat di wadah berbahan plastik. Bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang panas, BPA ini tertelan dan masuk ke dalam tubuh. Dalam beberapa penelitian
terungan BPA bisa memicu penyakit hati, serta kemandulan pada wanita dan disfungsi ereksi pada laki-laki.
Pestisida
Banyak jenis pestisida yang terdeteksi pada ASI dan yang paling sering ditemukan adalah DDT. Zat tersebut sering digunakan untuk tanaman. Senyawa ini bisa menggangu sistem otak dan
sistem syaraf. Untuk mencegahnya, Anda bisa membeli makanan organik dan pastikan mencuci bersih bahan makanan di bawah air mengalir.
Flame retardants
Biasanya ditemukan pada matras hingga peralatan elektronik untuk mengurangi benda-benda yang mudah terbakar. Flame retardants seperti PBDE menyebabkan masalah perilaku,
kerusakan otak dan kanker.
Besi berat
Besi beracun sudah terdeteksi pada ASI termasuk merkuri, timah, dan kadmium. Merkuri dan timah berbahaya untuk perkembangan otak bayi. Sumber utama merkuri biasanya ada pada
ikan laut.
Phthalates
Senyawa ini ditemukan pada plastik, membantu lotion menyerap ke dalam kulit dan membuat wewangian tahan lama. Bisa ditemukan di produk rumah tangga termasuk wadah makanan,
mainan, pengharum ruangan, dan kosmetik. Phthalates bisa memicu asma dan obesitas pada masa pubertas. Carilah produk yang " phthalate-free" dan hindari penggunaan microwave dengan wadah plastik.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: KidSpot
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini