Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Pompa ASI
Dream - Pompa ASI jadi 'alat perang' utama untuk mama perah yang harus beraktivitas di luar rumah. Mama tetap bisa memberikan ASI meskipun tidak menyusui langsung dan bayi mendapat nutrisi terbaik.
Aktivitas memompa ASI juga jadi hal selalu dilakukan ibu bekerja saat di kantor, demi memenuhi kebutuhan gizi bayi di rumah. Hal yang sering terabaikan oleh para mama perah saat memompa adalah melakukan pembersihan yang maksimal pada pompa ASI.
Kebersihan adalah hal utama yang harus dijaga saat memompa dan mencucinya. Pasalnya, kesehatan bayi yang bakal jadi taruhannya. Tak membersihkan pompa ASI dengan benar, risiko
penyakit berbahaya bisa mengintai si kecil.
Salah satunya adalah infeksi yang disebabkan cronobacter. Bakteri tersebut dapat menyebabkan radang selaput otak dan usus pada bayi. Hal ini diungkapkan oleh tim dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat.
" Kebersihan alat pompa ASI memiliki keterkaitan yang erat dengan kesehatan bayi. Terutama pada bayi prematur yang sangat berisiko terkena meningitis akibat cronobacter," ujar Anna Bowen, seorang petugas medis dari CDC.
Untuk itu, sangat penting dalam memastikan kebersihan alat pompa. Berikut ini merupakan tahap-tahap yang tak boleh dilewatkan saat membersihkan pompa ASI
1. Selalu cuci tangan dan menggunakan tisu disinfektan sebelum menyentuh peralatan makan bayi.
2. Lepaskan bagian-bagian alat pompa, cuci dengan menggunakan air yang mengalir. Jangan menaruh alat pompa di dalam wastafel.
3. Cuci alat pompa dengan menggunakan campuran sabun dan air yang telah dipanaskan dalam baskom.
4. Bilas alat pompa di baskom yang berbeda.
5. Keringkan alat pompa, baskom, dan peralatan lainnya dengan meletakkannya di tempat bersih. Jangan gosok menggunakan handuk karena akan menyebabkan penyebaran bakteri.
6. Simpan alat pompa di tempat bersih dan terlindungi setelah benar-benar kering.
Laporan Annisa Mutiara
Sumber: Parents
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol