Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nyamuk Aedes Aegypti (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus demam berdarah dengue (DBD) kini merebak di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Mereka yang terkena mayoritas adalah anak-anak usia sekolah, terutama di Jakarta.
Ada jam-jam nyamuk aedes aegypti, si pembawa virus demam berdarah dengue (DBD) menggigit anak usia sekolah. Rentang waktu nyamuk DBD menggigit yaitu pukul 10.00 sampai 15.00.
Hal ini menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti. Pada jam-jam tersebut, anak lebih banyak berada di sekolah.
" Kalau ada anak usia sekolah 7-12 tahun terjangkit DBD patut diiduga dia digigit nyamuk di sekolah," ungkap Widyastuti saat ditemui di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Liputan6.com.
Laporan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat, rentang usia anak SD yang rentan terjangkit DBD pada usia 7-12 tahun. Namun, pada 2019 terdapat pergeseran usia.
" Anak usia sekolah 14-15 tahun juga lebih banyak yang terjangkit DBD. Tapi tetap kok usia 7-12 tahun ya tetap tinggi kasus DBD," tambah Widyastuti.
© Dream
Dalam hal ini, usia anak sekolah dari SD sampai SMP termasuk rentang usia anak sekolah di Jakarta yang berisiko terjangkit DBD. Dokter Ellen Theodora dari KlikDokter mengungkapkan lebih jelas, penyebab anak usia sekolah mudah terjangkit DBD.
Ada penelitian, jadwal sekolah yang begitu padat dari pagi hingga sore hari serta lokasi kaki anak yang ada di bawah gelapnya meja merupakan kesempatan bagi nyamuk ini bergerak bebas.
" Anak-anak yang terjangkit DBD pun tengah berada di jam sekolah," tulis Ellen, dikutip dari KlikDokter.
Untuk mewaspadai DBD di sekolah, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta sudah mengeluarkan surat edaran ke seluruh sekolah.
Tiap sekolah diimbau melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Cara PSN meliputi menguras bak mandi, kolam yang tergenang dan tidak ada sirkulasi airnya. Kaleng-kaleng di taman yang terbuka dan ada genangan juga dibersihkan.
Laporan: Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya