Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Efek Eraser Challenge Pada Kulit Anak.
Dream - Beberapa waktu lalu ramai di media sosial seperti Instagram dan Facebook berisi anak-anak yang melakukan skip challenge. Dada mereka ditekan hingga sesak napas dan kehilangan kesadaran. Efeknya tentu saja bisa berdampak fatal bahkan kematian.
Kini ramai lagi eraser challenge, tantangan yang membuat anak-anak menggunakan penghapus di kulitnya. Sebelumnya mereka menulis sesuatu di kulitnya, lalu menghapus menggunakan
penghapus di kulit hingga tulisan tersebut hilang, kulit mengelupas, bahkan hingga berdarah.
Tren challenge ini awalnya muncul di kalangan anak-anak di sekolah di Amerika Serikat dan Australia. Setelah melakukan tantangan tersebut, anak-anak kemudian memposting hasilnya di
akun media sosial mereka baik Facebook maupun Instagram.
Tantangan kemudian viral dan menyebar ke berbagai negara. Hal ini menurut Joelle Simpson, seorang dokter anak, bisa terjadi karena anak-anak yang beranjak remaja butuh sekali
pengakuan dari teman-temannya. Mereka menghadapi tekanan sosial agar bisa diterima atau peer presure.
" Anak-anak selalu mencoba berusaha untuk mengikuti teman-temannya. Orangtua harus waspada jika menemukan luka gesekan seperti terbakar, segera bawa ke dokter karena kalau
dibiarkan bisa terjadi infeksi," ujar Simpon, seperti dikutip dari Time.
Ia juga meminta orangtua memberi tahu anak-anak agar tak mengikuti tantangan yang membahayakan kondisi mereka. Bekali anak dengan kemampuan untuk mengatakan 'tidak' agar mereka tak terjebak dengan peer presure.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari