Minggu, 18 Oktober 2026 Cari

Waspada, Setelah Skip Challenge Kini Ramai Eraser Challange

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 22 Maret 2017 11:57
Waspada, Setelah Skip Challenge Kini Ramai Eraser Challange
Kulit anak mengalami luka serius bahkan hingga berdarah setelah mengikuti tantangan ini.

Dream - Beberapa waktu lalu ramai di media sosial seperti Instagram dan Facebook berisi anak-anak yang melakukan skip challenge. Dada mereka ditekan hingga sesak napas dan kehilangan kesadaran. Efeknya tentu saja bisa berdampak fatal bahkan kematian.

Kini ramai lagi eraser challenge, tantangan yang membuat anak-anak menggunakan penghapus di kulitnya. Sebelumnya mereka menulis sesuatu di kulitnya, lalu menghapus menggunakan
penghapus di kulit hingga tulisan tersebut hilang, kulit mengelupas, bahkan hingga berdarah.

Tren challenge ini awalnya muncul di kalangan anak-anak di sekolah di Amerika Serikat dan Australia. Setelah melakukan tantangan tersebut, anak-anak kemudian memposting hasilnya di
akun media sosial mereka baik Facebook maupun Instagram.

Tantangan kemudian viral dan menyebar ke berbagai negara. Hal ini menurut Joelle Simpson, seorang dokter anak, bisa terjadi karena anak-anak yang beranjak remaja butuh sekali
pengakuan dari teman-temannya. Mereka menghadapi tekanan sosial agar bisa diterima atau peer presure.

" Anak-anak selalu mencoba berusaha untuk mengikuti teman-temannya. Orangtua harus waspada jika menemukan luka gesekan seperti terbakar, segera bawa ke dokter karena kalau
dibiarkan bisa terjadi infeksi," ujar Simpon, seperti dikutip dari Time.

Ia juga meminta orangtua memberi tahu anak-anak agar tak mengikuti tantangan yang membahayakan kondisi mereka. Bekali anak dengan kemampuan untuk mengatakan 'tidak' agar mereka tak terjebak dengan peer presure.

 

Beri Komentar