Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Trimester satu kehamilan, usia 0 hingga 12 minggu sudah terlewati. Para ibu tentu sangat lega jika tak ada masalah sama sekali dalam masa-masa tersebut. Memasuki trimester kedua, ibu memang harus tetap menjaga kesehatan dan kondisi janin agar kehamilan berjalan baik hingga persalinan.
Pada masa trimester kedua, pemeriksaan rutin dan konsultasi pada bidan atau dokter kandungan harus selalu dilakukan secara rutin. Saat usia kehamilan 13 hingga 27 minggu ini, bisa saja baru diketahui sejumlah masalah.
Risiko pendarahan memang akan menurun di trimester kedua tapi bisa saja terjadi. Selain itu, menurut dr. Ivan Sini SpOg dari Morula IVF, Jakarta Pusat, ada tiga hal yang harus diwaspadai ibu hamil. Apa saja?
1. Mola Hidatidosa
Mola hydatidosa atau dikenal dengan penyakit trofoblas / kehamilan anggur. Penyakit ini berhubungan dengan kelainan pertumbuhan plasenta. Dimana kehamilan abnormal yang tidak berbentuk janin melainkan terbentuk gelembung-gelembung seperti buah anggur (gelembung mola). Jika tidak ditangani dengan segera mola hidatidosa dapat mengakibatkan pendarahan yang terus menerus hingga dapat berpotensi menjadi penyakit trofoblas ganas.
2. Inkompetensi servik
Inkompertensi servik merupakan kondisi yang dapat menimbulkan keguguran atau kelahiran premature Hal ini disebabkan oleh menipisnya mulut rahim sehingga tidak dapat menahan janin dan mengakibatkan kelahiran sebelum waktunya (prematur). Ibu yang mengalami inkompertensi servik menyebabkan rasa nyeri yang cukup hebat. Untuk mendeteksi serta mencegah hal ini terjadi, pemeriksaan USG secara rutin sangat dianjurkan.
3. Plasenta Previa
Plasenta previa adalah kondisi dimana plasenta melekat di bagian bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim. Pada usia trimester kedua ini bagian bawah rahim lebih lemah, lebih tipis, karena perenggangan untuk persiapan persalinan. Kondisi plasenta previa ini menyebabkan tertutupnya jalan lahir si bayi serta mengakibatkan pendarahan selama masa kehamilan bagi si ibu.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?