Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Waspadai Gejala Infeksi Selaput Otak Pada Balita

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 9 Mei 2018 14:03
Waspadai Gejala Infeksi Selaput Otak Pada Balita
Mirip dengan demam saat flu, sehingga kadang penanganan sudah terlambat.

Dream - Meningitis, sering juga disebut spinal meningitis merupakan peradangan akut pada membran yang disebut meninges. Membran tersebut menutupi otak dan sumsum tulang belakang.

Pemicunya bisa jadi banyak hal, antara lain virus, bakteri, penyakit autoimun, reaksi obat, cedera otak atau kanker. Pada balita, meningitis lebih sering terjadi karena penularan virus. Hal tersebut karena sistem daya tahan tubuh balita belum berkembang sempurna.

Saat terpapar virus, balita bisa dengan mudah tertular. Apalagi jika tidak melakukan vaksin secara lengkap. Meningitis merupakan penyakit yang bisa dicegah dengan pemberian vaksin secara berkala.

Disarankan untuk melakukan vaksin meningitis secara teratur pada anak. Pasalnya jika sudah terkena meningitis, komplikasi yang muncul bisa menimbulkan kecacatan atau berujung pada kematian.

Jika meningitis sudah menjangkit, gejala yang muncul juga sering dikira demam biasa. Sehingga kadang penanganan sudah terlambat. Untuk itu sebagai orangtua, Sahabat Dream perlu tahu gejala khas dari penyakit meningitis.

- Demam
Balita mengalami demam dengan suhu tubuh lebih tinggi dari 38 derajat celcius. Saat suhu tubuh anak meningkat, penting untuk selalu memantaunya tiap jam menggunakan termometer. Lakukan pencatatan, jika tak kunjung turun segera periksakan ke dokter.

- Menangis lirih
Tangisan disertai lengkingan kesakitan bersamaaan dengan demam, adalah salah satu tanda awal meningitis pada balita.

- Muntah
Berulang kali muntah disertai dengan sensasi mual yang konstan. Anak juga kehilangan nafsu makan. Setelah minum, ia pun kembali muntah.

- Ada benjolan di tengah kepala
Pada bayi, meningitis juga biasanya ditandai dengan adanya tonjolan di fontanel, yang merupakan titik lunak tepat di tengah bagian atas tengkorak.

- Sangat rewel
Semua yang dilakukan serba salah, baik digendong maupun dimanjakan. Hal ini karena anak merasakan rasa sakit yang hebat dan menyebar ke seluruh kepala hingga leher.
Otot lehernya mengencang, dan tubuhnya sangat kaku.

Sumber: MomJunction

Beri Komentar