Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Anak Bermain Bersama
Dream - Anak-anak selalu butuh contoh dalam segala hal. Mereka menyerap dengan baik apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Termasuk dalam hal bersosialisasi dan memulai pertemanan.
Ada anak yang dengan mudah langsung bermain dengan anak lain padahal baru ditemuinya. Namun ada juga yang justru merasa gugup, panik dan tak tahu apa yang harus dilakukannya. Ramah dengan orang lain, memulai pertemanan atau menghadapi konflik adalah 'pelajaran' yang tak mereka dapatkan di bangku sekolah.
Untuk itu para orangtua harus jadi contoh yang baik dan mengajarkan mereka bagaimana bersikap ketika berhadap dengan orang lain, baik itu kerabat dekat atau orang asing. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan 'berlatih'.
"Anda bisa mulai melatih seperti orang asing dan mengajarkannya mengenalkan diri. Misalnya, 'halo, namaku Naira, kalau nama kamu siapa?' atau 'kita main bola bareng yuk, aku yang tangkap, kamu yang tendang?', minta anak menirukannya," ujar Esther Angelica, seorang psikolog anak, seperti dikutip dari The Spruce.
Dengan mengajarkannya hal tersebut semacam memberi 'modal' kalimat perkenalan. Jika diajarkan terus ia akan mengingatnya dan akan melontarkannya saat bertemu orang baru. Bantu juga anak untuk memiliki teman yang bisa menjadi sahabatnya.
"Buat juga semacam acara main bersama, di mana anak bertemu dengan banyak anak seusianya. Anda bisa mengundang beberapa teman ke rumah atau janjian di playground untuk main bersama. Buatlah suasana yang seru agar anak merasa senang mendapat teman baru," kata Esther.
Setiap kesempatan yang Anda berikan pada Anda ketika ia berada dengan anak-anak lain membantunya cara bersosialisasi. Bahkan hanya dengan melihat anak lain mulai berteman atau membentuk kelompok merupakan pengalaman yang bagus untuk belajar.
"Tak perlu memaksa anak untuk bergabung dalam kelompok untuk bermain bersama, hal terpenting adalah anak merasa nyaman dan memulai pertemanan dengan caranya sendiri," ungkap Esther.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti