Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kursi Penumpang Pesawat (Foto: Pixabay)
Dream - Seorang pria yang melakukan perjalanan dengan penerbangan Qantas non-stop selama 17 jam dari Perth ke London, membuat para peneliti bingung. Pria tersebut tidak bergerak selama penerbangan, bahkan tidak menggunakan toilet sekalipun.
Para peneliti yang berbasis di The University of Sydney menyelidiki kenyamanan penumpang pada penerbangan jarak jauh. Mereka takjub ketika salah satu penumpang tetap di tempat duduknya selama penerbangan.
Dalam penelitian antara maskapai penerbangan dan lembaga penelitian, relawan pada penerbangan Qantas telah dilengkapi teknologi yang dapat dipakai untuk mengukur bagaimana terbang mempengaruhi kondisi mental, tingkat kecemasan, pola tidur dan pemulihan dari jet-lag.
Peneliti bahkan memeriksa ulang fungsi peralatan, yang dilekatkan pada pergelangan tangan dan paha penumpang, untuk memastikan bahwa itu berfungsi dengan benar.
“ Satu hal yang tidak dapat kami percaya adalah betapa jarangnya dia pindah tempat. Satu subjek bahkan tak beranjak sama sekali,” kata Profesor Stephen Simpson dari Charles Perkins Center di University of Sydney, seperti dikutip laman Independent, Selasa 5 Juni 2018.
Sebagai penumpang kelas bisnis, dilaporkan bahwa pria itu begitu nyaman sehingga dia tidak perlu bergerak, dengan kursinya yang berubah menjadi tempat tidur.
Rute pemecahan rekor mencakup berbagai tindakan yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, termasuk suhu, pencahayaan, waktu makan, dan opsi menu.
Para peneliti di Charles Perkin Center, yang berfokus pada " penyakit gaya hidup" , seperti diabetes, obesitas dan penyakit kardiovaskular, berharap untuk menemukan lebih banyak tentang jet-lag, meskipun masih banyak pekerjaan yang diperlukan sebelum data yang memadai dikumpulkan.
Rata-rata orang dewasa diyakini buang air kecil sekitar empat sampai tujuh kali per hari, meskipun ini tergantung pada volume dan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi, menurut Neil Grafstein, asisten profesor urologi di rumah sakit Mount Sinai di New York. Berapa banyak makanan dan minuman yang dikonsumsi penumpang tidak diketahui.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya