Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: En.jasarat.com)
Dream - Tiga manuskrip Quran yang terbit pada masa Ottoman Sultan Abdulhamid II (1876-1908) telah ditemukan di sebuah masjid yang terletak di kota bersejarah Tayibe di Palestina.
Kota Tayibe saat ini terbentang di dalam wilayah kekuasaan Israel.
Aziz, muazin masjid tersebut, mengatakan kepada media pada hari Senin bahwa Alquran telah ditemukan saat renovasi yang sedang berlangsung di Masjid Omar bin al-Khattab, yang dibangun pada masa pemerintahan Abdulhamid II.
"Kami tidak tahu mereka ada di sana. Mereka terselip di antara sekelompok buku lain... Kami menemukannya saat renovasi," kata Aziz.
Menurut pengantar berbahasa Inggris yang ada di dalamnya, manuskrip tersebut ditulis tangan oleh seorang juru tulis bernama Seyyid Mustafa Nazif Efendi pada tahun 1887 sebelum diterbitkan oleh sebuah rumah percetakan di Istanbul dan dikirim ke pembeli di Palestina.
"Saya kaget saat pertama kali melihat harta karun ini," kata Aziz. "Quran ini tentu akan memberi kontribusi pada masjid kita dan kepentingan sejarah kota kita."
Manuskrip-manuskrip itu akan segera ditampilkan dalam sebuah pameran, dia menjelaskan, dan berspekulasi bahwa kemungkinan ada teks kuno lainnya yang bisa ditemukan di masjid-masjid era Utsmaniyah di Israel dan Palestina.
Kala itu, Theodor Herzl, pendiri Zionisme modern, gagal meyakinkan Sultan Abdulhamid II untuk mengizinkan imigran Yahudi mendirikan sebuah tanah air Yahudi di Palestina yang pada saat itu merupakan wilayah Ottoman.
Namun Herzl akhirnya berhasil mendapatkan dukungan dari Kerajaan Inggris melalui Deklarasi Balfour pada tahun 1917.
Dalam hal ini, Sultan diketahui memiliki keputusan: "Saya tidak akan menjual apapun - tidak satu inci pun dari wilayah ini, karena negara ini bukan milik saya, melainkan untuk umatku".
"Umat saya," tambahnya, "akan menjual tanah ini dengan harga yang sama dengan yang mereka bayar untuk penaklukannya: darah."
(Sumber: en.jasarat.com)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya



Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan