Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jalan Malioboro, Yogyakarta (Foto: Eva Hudaeva/Dream.co.id)
Dream - Pernah membayangkan euforia Ramadan di Yogyakarta? Di Kota Pelajar itu ada beberapa destinasi wisata yang cocok untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa. Dari tempat unik untuk berfoto hingga pusat berbelanja aneka takjil.
Tempat pertama yang dapat jadi pilihan untuk ngabuburit adalah Jalan Malioboro. Jalan yang sudah mahsyur sebagai ikon Yogyakarta itu telah mengalami beberapa pembenahan. Alhasil, kini tampak lebih teratur dan nyaman.
Jadi, tak ada salahnya mencoba ngabuburit dengan melihat pernak-pernik khas Yogyakarta di sepanjang Jalan Malioboro.

Tak hanya itu, di ujung Jalan Malioboro, ada titik nol Kota Yogyakarta. Ada banyak hal yang bisa dilakukan di tempat itu sembari menanti beduk Maghrib. Seperti yang dilakukan seorang mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan, Isti. Dia sengaja datang ke titik nol Kota Yogyakarta untuk memotret sembari menunggu waktu berbuka puasa.
" Di titik nol ini suasananya enak saat sore hari, ramai oleh wisatawan," kata Isti, Rabu, 9 Juni 2016.
Senada dengan Isti, kawan dia, Yupi merasakan kondisi itu.
" Ngabuburit di sini bisa berfoto di Benteng Vredeburg. Waktu menuju berbuka puasa jadi tak terasa lama," ucap dia.
Tak jauh dari kawasan Malioboro, tepatnya sebelah barat titik nol Kota Yogyakarta, terdapat Pasar Sore Kauman. Pasar yang hanya digelar saat bulan suci Ramadan ini merupakan kawasan pemukiman warga yang disulap menjadi pasar yang menjual beraneka ragam menu untuk berbuka puasa.

Dari berbagai jenis minuman es, makanan ringan, hingga lauk-pauk dijual di Pasar Sore Kauman. Tak heran, setiap sore pasar ini selalu disesaki pengunjung.
Seorang pedagang di Pasar Sore Kauman, Wakijan, mengaku sudah berjualan di Pasar Kauman selama dua puluh tahun. Lelaki yang berjualan makanan ringan itu pun mengatakan jika Pasar Sore Kauman sudah ada lebih dari enam puluh tahun.
" Sampai saat ini Pasar Sore Kauman selalu ramai, yang datang adalah berbagai kalangan dari pegawai negeri hingga mahasiswa," kata Wakijan.
Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dimas, mengaku datang ke Pasar Sore Kauman untuk mencari makanan tradisional khas Keraton Yogyakarta.
" Ini pertama kalinya saya datang ke sini, dapat info dari teman dan internet," kata Dimas.
Satu lagi lokasi yang wajib dikunjungi bagi para pemburu menu berbuka puasa di Yogyakarta adalah Jalan Olahraga di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM). Lokasi yang berada di kawasan Kampus Biru itu sedari sore sudah dipenuhi banyak penjual menu berbuka puasa.

Menurut seorang penjual makanan ringan dan es Ikhsan, kebanyakan pengunjung yang datang ke tempat itu adalah mahasiswa.
Dua mahasiswa Institut Teknologi Akademi Perindustrian, Tia dan Aden contohnya. Mereka rela datang ke kawasan UGM karena mendengar makanan yang dijual sangat lengkap.
" Dalam sepekan saya bisa dua kali ke sini," kata Aden.
Kali ini mereka membeli es pisang ijo dan beberapa makanan ringan. Lalu sebagaimana pengunjung lain mereka menunggu azan Maghrib di sekitar Jalan Olahraga itu.
(Laporan: Eva Hudaeva, Yogyakarta)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya