Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Raja Saudi, Salman Bin Abdulaziz Al Saud Dan Pulau Bidadari (Foto: Alarabiya.net/indoindians.com)
Dream - Lawatan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, ke Indonesia pada tanggal 1-9 Maret 2017 bisa jadi " oase" bagi pariwisata di Tanah Air. Pasalnya, setelah kunjungan kenegaraan berakhir, nama Indonesia akan mencuat ke negeri Timur Tengah tersebut. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun cepat membidik kesempatan itu dengan mempromosikan rencana kedatangan Raja Salman itu ke media-media di Arab.
" Baik di CNN International maupun Aljazeera, saya sudah minta pre-event kedatangan Raja Arab itu sebagai good news yang disambut antusias oleh masyarakat Indonesia," jelas Arief Yahya, dikutip dari keterangan pers tertulis, Selasa 28 Februari 2017. Bahkan juga di media konvensional Timur Tengah sekaligus media sosial yang berbahasa Arab.
Rombongan Raja Salman yang terdiri dari sekitar 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran itu akan berada di Jakarta selama empat hari sebelum menyambangi Bali.
" Kami insan pariwisata Indonesia membuka pintu lebar-lebar untuk kedatangan Raja Salman. Jakarta juga banyak destinasi yang siap untuk dikunjungi terutama destinasi Kota Tua dan Kepulauan Seribu yang masuk destinasi prioritas Kementerian Pariwisata," ujar Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib.
© Dream
Itu artinya, jika rombongan Raja Salman selama masa kunjungannya bakal mengunjungi destinasi di Jakarta, semua sudah siap. Hiram juga mengatakan, rombongan kedatangan Raja Salman dengan permintaan resor eksklusif di Kepulauan Seribu dipastikan siap ditampung.
Kepulauan Seribu memiliki pulau eksklusif di antaranya adalah Pulau Bira, Pulau Macan, Pulau Pantara, Pulau Bidadari, Pulau Ayer dan Pulau H.
" Dari segi sarana dan prasarana Kepulauan Seribu saat ini tidak kalah dengan destinasi lainnya yang sedang hits seperti Pulau Puket dan Pulau Maladewa. Pulau ini mempunyai luas sepanjang sepuluh hektar dengan total 42 Villa di dalamnya. Untuk sampai ke sana hanya membutuhkan waktu 1,5 jam dari Jakarta. Jadi jika rombongan Raja ada yang berwisata ke Kepulauan Seribu, semua sudah ready," kata Hiram.
© Dream
Lebih lanjut Hiram menambahkan, Pulau Pantara pun tak kalah lengkap dengan destinasi yang lain. Pulau tersebut memiliki cottage, restoran, bar, kolam renang, ruang meeting, watersport, lapangan tenis dan dive shop. Pulau ini memang didesain murni sebagai tujuan wisata. Apalagi Pulau Bidadari yang berjarak hanya sekitar 15 km dari daratan Jakarta.
" Dari lokasi tersebut bisa mengintip gedung-gedung Jakarta yang terlihat seperti miniatur kota. Sangat indah dan menarik," katanya.
Hiram menilai, bukan di saat kunjungan Raja Saudi dan rombongan di Jakarta saja, namun dampak pariwisata akan muncul pasca kunjungan tersebut.
" Dampaknya, destinasi-destinasi yang sedang berkembang di Indonesia bisa menjadi lebih terkenal di mancanegara termasuk 10 Destinasi Prioritas," tambahnya.
Sepuluh destinasi prioritas yang oleh Menpar Arief Yahya disebut dengan " Bali Baru" tersebut adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo & Gunung Semeru (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya