Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Bali (Shutterstock.com)
Dream - Terkenal dengan pemandangannya yang indah, ternyata Bali menyimpan potensi bahaya cukup besar. Letaknya yang diapit dua sesar menjadikan Bali sebagai kawasan rawan bencana.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika, Daryono.
Menurut dia, kondisi ini sudah dipahami oleh otoritas dan pelaku industri wisata. Sehingga, Bali sudah menerapkan sertifikasi hotel siaga bencana sejak tiga tahun lalu meskipun belum menyeluruh.

Grand Nikko Bali Hotel (Foto: Shutterstock.com)
" Saat ini sudah ada 60 hotel yang bersertifikasi di Bali," kata Daryono dalam seminar Disarter Outlook 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 31 Januari 2019.
Menurut Daryono, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pengelola hotel untuk mendapatkan sertifikasi siaga bencana.

Hard Rock Hotel (Foto: Shutterstock.com)
" Hotel telah memenuhi persyaratan kondisi bangunannya aman atau tidak, pihak hotel harus memahami ilmu gempa, memberi jalur evakuasi, dan mempunyai titik kumpul," ujar Daryono.
Daryono menyebut ada tiga hotel yang cukup menonjol terkait sertifikasi ini. Tiga hotel tersebut yaitu Grand Nikko Bali, Hard Rock Hotel, Patra Jasa Bali Resorts.

Patra Jasa Bali Resort (Foto: Shutterstock.com)
Sertifikasi hotel siaga bencana bertujuan memberikan penilaian serta pembinaan dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana di sektor pariwisata, bisnis perhotelan, dan sektor jasa lainnya.
Sertifikasi siaga bencana memiliki peran sangat penting bagi industri pariwisata di Bali. Ini mengingat potensi bencana yang bisa melanda Pulau Dewata tersebut.
Laporan: Ratih Permatasari