Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
Ilustrasi Gerhana Matahari Total (Sumber: Http://ohelterskelter.com/)
Dream - Indonesia menjadi satu-satunya negara yang bakal dilewati fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) pada Rabu, 9 Maret 2016. Masyarakat di sejumlah wilayah Tanah Air yang diprediksi bakal menjadi jalur utama GMT pun telah bersiap menyambut fenomena langka itu.
Tak hanya itu, wisatawan dari berbagai negara pun sudah sejak jauh-jauh hari merencanakan perjalanan ke Indonesia khusus untuk menikmati fenomena GMT.
Wisatawan berbondong-bondong mendatangi beberapa wilayah yang menjadi titik utama perlintasan GMT. Kebanyakan dari mereka adalah fotografer. Tak heran memang, karena GMT menjadi momen yang patut diabadikan lewat bidikan kamera karena hanya akan berlangsung 350 tahun sekali di lokasi yang sama.
Nah, bagi Anda yang tertarik pula untuk mengabadikan momen langka ini, Dream.co.id sajikan beberapa tips memotret GMT agar menghasilkan gambar terbaik.
1. Siapkan 'Senjata': Kamera, Lensa Tele, dan Tripod!
Ini yang utama, untuk apa jauh-jauh terbang ke wilayah perlintasan GMT untuk memotret gerhana jika Anda cuma bermodal kamera ponsel? Jadi untuk mendapatkan gambar terbaik, gunakanlah kamera, bisa DSLR atau Mirrorless, dan gunakan lensa tele (70 mm ke atas).
Tapi, jika Anda menggunakan kamera saku, manfaatkan fungsi optical zoom. Bisa pula manfaatkan tripod saat memotret agar foto tidak goyang dan bisa tetap stabil di satu titik.
Jika tidak punya lensa tele atau zoom, tidak perlu memaksakan diri untuk membingkai detail gerhana. Anda bisa memandang ke sekitar lalu memotret suasananya, entah alamnya, orang-orang, ataupun benda-benda yang menarik.
2. Gunakan Kacamata Pelindung
Kabarnya, pergantian fase dari gerhana matahari sebagian ke total adalah fase paling berbahaya bagi mata. Karena ketajaman cahayanya dapat merusak retina. Karena itu, siapkan kacamata pelindung, bisa memakai kacamata gerhana yang disediakan oleh Kementerian Pariwisata, atau kacamata hitam dengan UV 400 atau UV Protection 100 persen. Kacamata juga membantu untuk melihat hasil foto saat keadaan silau.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?