Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Desa Penglipuran, Bali (Sumber: Http://www.pegipegi.com/)
Dream - Paket wisata berkembang semakin unik, kreatif dan menarik. Seperti salah satunya program menginap di rumah penduduk lokal atau biasa disebut dengan homestay.
Jepang menjadi salah satu negara yang sangat terkenal dengan paket wisata ini. Para wisatawan akan diajak merasakan kehidupan penduduk pedesaan yang masih alami. Sehingga kebudayan terus dilestarikan bahkan diperkenalkan ke dunia luar.
Di Indonesia pun, mulai ramai ditawarkan gaya liburan dengan tinggal di rumah-rumah penduduk setempat. Menikmati makanan dan tradisi yang sangat baru, sehingga liburan terasa lebih beda dengan pengalaman yang tak pernah didapat sebelumnya.
Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali salah satu yang menerapkan cara ini. Turis yang datang ke desa ini dapat tinggal dan berinteraksi mengenal budaya penduduk setempat.
Kini, Desa Penglipuran menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dilirik turis mancanegara. Bagi mereka yang ingin menikmati sensasi Pulau Dewata dengan suasana sejuk dapat mampir ke tempat yang berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut Bali ini.
Tak hanya kehidupan masyarakat asli Bali yang masih memegang teguh tradisi leluhur. Desa Penglipuran memiliki magnet luar biasa untuk menarik perhatian pengunjung dengan tata letak desa yang asri dan jauh dari polusi.
Kendaraan, mobil ataupun motor tidak diizinkan datang ke tempat ini. Sehingga pengunjung harus berjalan kaki untuk menuju Desa Penglipuran. Selanjutnya, wisatawan juga dapat berkeliling hutan bambu yang ada di sekitar desa.
Penasaran dengan tempat ini? Simak info selengkapnya mengenai Desa Penglipuran di sini.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya