Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Forumpramugari.com)
Dream - Maskapai flag carrier nasional Garuda Indonesia menegaskan kesiapannya untuk memberangkatkan calon jemaah haji Indonesia tahun 2016 (1437 H). Sebanyak 79.020 calon jemaah haji akan menggunakan maskapai ini.
Calon jemaah yang diberangkatkan berasal dari delapan embarkasi, yaitu Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Balikpapan, Makassar dan Lombok.
Proses pemberangkatan akan dilaksanakan dalam dua tahap. Fase pertama atau keberangkatan akan dimulai pada 9 Agustus 2016 dilanjutkan fase kedua atau pemulangan pada 17 September 2016.
"Pelaksanaan fase keberangkatan penerbangan haji tahun ini dimulai 9 Agustus hingga 5 September mendatang, sementara fase pemulangan baru akan dilaksanakan 17 September sampai 15 Oktober. Pada tahun 2016 ini, penerbangan langsung ke Madinah dan ke Jeddah dilayani dari seluruh embarkasi haji yang ada," terang Direktur Utama Garuda Indonesia, M Arif Wibowo, dikutip dari keterangan pers tertulis.
Arif menambahkan, pelaksanaan fase keberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama ke Madinah, dan gelombang kedua ke Jeddah. Pada fase keberangkatan ini, embarkasi Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta dan Makassar akan terbang langsung menuju Madinah dan Jeddah, sementara embarkasi Balikpapan, Solo dan Lombok akan transit di Padang sebelum menuju ke Madinah dan Jeddah.
Gelombang keberangkatan pertama ke Madinah dilaksanakan pada 9 – 21 Agustus 2016, kemudian gelombang keberangkatan kedua ke Jeddah pada 21 Agustus – 5 September 2016.
Fase kepulangan juga dilakukan dalam dua gelombang dari Jeddah dan Madinah. Embarkasi Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta dan Makassar akan terbang langsung dari Jeddah dan Madinah, sementara embarkasi lainnya yaitu Balikpapan, Solo dan Lombok akan melakukan transit di Banda Aceh (dari Jeddah) dan Colombo (dari Madinah) untuk proses pengisian bahan bakar.
Untuk kepulangan gelombang pertama dari Jeddah akan dilaksanakan pada 17 – 29 September, kemudian kepulangan gelombang kedua dari Madinah akan dilaksanakan pada 30 September – 15 Oktober 2016.
Dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun ini, Garuda Indonesia akan mengoperasikan 11 pesawat yang terdiri dari 4 pesawat B777-300 ER (kapasitas 393 seat), 2 pesawat B-747 (kapasitas 455 seat) dan 5 pesawat A330-360 (kapasitas 360 seat).
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?