Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini
Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Anak Gimbal (Foto: Klikhotel.com)
Dream - Festival tahunan Dieng Culture Festival selalu dinanti para traveler. Anda yang tertarik mengunjungi festival akbar ini, yuk kosongkan jadwal tanggal 5-7 Agustus mendatang.
Dieng Culture Festival 2016 dijadwalkan akan menyuguhkan pengalaman berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Pembukaan pada 5 Agustus akan dilakukan di Kompleks Candi Arjuna. Akan ada penampilan musik dari Kyai Kanjeng beserta Cak Nun.
Pada sore harinya, Anda dapat menikmati matahari terbenam di Bukit Skuter yang dapat ditempuh hanya 15 menit dari Desa Dieng Kulon.
Setelah itu, wisatawan akan diajak bersiap menyaksikan pertunjukan Jazzatasawan yang digelar di panggung utama, timur Kompleks Candi Arjuna. Pertunjukan musik di tengah suhu 2,5 derajat celcius itu akan menampilkan sejumlah musisi jazz dari pelosok tanah air.
Keesokan harinya, pada 6 Agustus 2016, Anda bisa menikmati matahari terbit di beberapa spot yang ada di Dataran Tinggi Dieng, seperti Puncak Sikunir, Prau, Pakuwaja atau Pangonan.
Pendakian disarankan dimulai pada pukul 02.00-04.00 agar tidak terjebak macet pada saat mendaki.
Di hari yang sama setelah melihat matahari terbit, Anda akan diajak mengikuti acara " Jalan Kaki Keliling Kampung" di Dataran Tinggi Dieng, diakhiri penerbangan ribuan balon gas dan minum purwaceng bersama.
Panitia akan menyediakan sejumlah doorprize untuk peserta jalan kaki keliling kampung. Titik start dan finish adalah Kompleks Gedung Soeharto-Withlam, Dieng.
Masih di 6 Agustus, ikuti pula ragam pertunjukan seni di panggung utama dan panggung khusus budaya. Lokasinya tersebar di Telaga Warna, Kawah Sikidang, maupun lokasi wisata alam lainnya.
Pada malam harinya Anda bisa menyaksikan pertunjukan musik akustik bersamaan dengan pelepasan 5000 lampion, serta kembang api. Menarik bukan?
Acara puncak, rangkaian ruwat rambut gimbal akan diselenggarakan pada 7 Agustus 2016. Pertama-tama digelar kirab budaya. Khusus acara kirab budaya, panitia membuka kesempatan bagi 80 orang pengunjung yang berminat untuk terlibat langsung. Anda yang tertarik bisa mendaftar ke panitia penyelenggara.
Setelah kirab budaya keliling Dieng, rangkaian ritual selanjutnya adalah Dharmasala. Beberapa anak berambut gimbal akan dicukur rambutnya oleh sejumlah tokoh yang ditunjuk oleh panitia penyelenggara untuk mencukur, dipimpin oleh pemimpin spiritual Suku Dieng, Mbah Naryono.
(Sumber: Indonesia.travel)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
