5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Pemesanan Kamar Hotel (Foto: Shutterstock)
Dream - Mencari hotel yang sesuai budget, lalu survei melalui foto dan review, kini memang sangat mudah. Tinggal mencari dan melihatnya di internet. Setelah itu pemesanan pun dilakukan.
Cukup ketik dan klik, masalah pemesanan hotel pun selesai. Nah, bagi Sahabat Dream yang sering melakukan pemesanan hotel lewat internet berhati-hatilah dengan tulisan " only one room left" atau 'hanya tersisa satu kamar' untuk kamar yang diinginkan.
Tak perlu langsung percaya denga tulisan yang muncul demikian. Biasanya tulisan berwarna merah dan berkedip serta sangat mencuri perhatian. Hal ini mempengaruhi mereka yang mencari hotel langsung melakukan pemesanan.
Faktanya, masih banyak kamar dan hal tersebut hanya trik bisnis saja. Rupanya kasus seperti ini menjadi sorotan serius di Amerika Serikat. Pengawas persaingan usaha Amerika Serikat, The Competition and Markets Authority (CMA) turun tangan melakukan investigasi selama delapan bulan terhadap situs pemesanan hotel.
Hasilnya, situs pemesanan hotel yang mencantumkan keterangan " satu kamar tersisa" dianggap sebagai tekanan penjualan. Transaksi beli-sekarang atau bayar-lebih dapat sebenarnya mendesak pelanggan untuk segera memesan kamar. Padahal, harga yang ditawarkan sama saja.
Penyelidikan juga menyimpulkan bahwa urutan hasil pencarian bisa saja tidak sesuai keterangan yang dicari. Hotel dapat muncul lebih awal di penelusuran hanya karena mereka telah membayar situs lebih banyak, sehingga dipromosikan.
" Para turis merasa yakin mereka mendapatkan kesepakatan yang diharapkan seperti diskon yang dijanjikan attau menerima informasi yang dapat dipercaya tentang ketersediaan kamar langsung dari situs hotel yang dipilih. Juga penting bahwa tidak ada yang merasa tertekan dengan pernyataan menyesatkan untuk membuat pemesanan," ujar Andrea Coscelli, kepala eksekutif CMA.
Selain itu, situs pemesanan seringkali menawarkan " harga murah" dalam iklan termasuk menulisa angkanya. Tapi ternyata saat pelanggan membayar, harganya lebih dari itu karena belum termasuk tax and service. Sebaiknya hubungi langsung hotel incaran jika akan melakukan pemesanan, untuk mendapatkan informasi dan harga yang akurat.
Laporan Qonita Lutfia
Sumber: Travel and Leisure.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
