Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Festival Wakatobi Wave 2017 (Foto: Facebook/Kemenpar)
Dream - Festival Wakatobi Wave 2017 telah dibuka sejak 11 November lalu di Pangulu Beloh, Wangi-Wangi Selatan, Ibukota Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Dan hari ini, 13 November adalah hari terakhir diselenggarakannya festival akbar tersebut.
Selama Festival Wakatobi Wave 2017 berlangsung, serangkaian acara menarik pun sudah ditampilkan. Sebanyak 1.000 orang penari sudah tampil dalam acara tarian kolosal yang mewakili keragaman etnis dan seni budaya Wakatobi Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko.
Beragam kegiatan menarik pun masih akan digelar hingga berakhirnya festival. Seperti lomba triathlon hingga underwater competition.
Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti menjelaskan, Wakatobi Wave adalah salah satu cara untuk memperkenalkan rangkaian kegiatan festival berbasis keindahan Pulau Wakatobi pada dunia.
Wakatobi Wave mengusung misi mempromosikan Wakatobi sebagai salah satu tulang punggung destinasi bahari di Indonesia. Dengan target peningkatan arus kunjungan wisatawan.
" Terutama wisatawan mancanegara serta mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan potensi sumber daya kelautan dan pariwisata Indonesia," kata Esthy Reko Astuti, dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 13 November 2017.
Saat berkunjung ke Wakatobi, lanjut Esthy, bisa mengunjungi 4 kabupaten di sana. Misalnya Tomia, yang punya beberapa tradisi budaya asli. Ada pesta adat Safara yang diselenggarakan setiap bulan Safar dalam penanggalan Islam.
Juga tradisi Bose-Bose, yaitu melarung perahu berwarna-warni yang diisi dengan sajian masakan tradisional - seperti liwo, dari Dermaga Patipelong, menuju Dermaga Usuku sampai ke Selat One Mobaa. Sepanjang perjalanan itu dilakukan prosesi sambil menabuh gendang.
" Ada pula tari Sajo Moane, tarian sakral yang dilakukan oleh kaum laki–laki, serta tari Saride, yang melambangkan makna persatuan dan kebersamaan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak ke Wakatobi," ajak Esthy.
Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengatakan wisata yang dimiliki oleh Wakatobi dianggap telah mendunia. " Positioning Wakatobi sudah bagus. Menjadi obyek wisata high end," ucap Arief.
Terlebih, lanjut Menpar Arief, Festival Wakatobi 2017 akan meningkatkan perekonomian masyarakat di sana, perputaran uang berjalan. Terbukti menjelang perhelatan, hotel dan penginapan penuh. " Hal itu menunjukan event Wakatobi Wave berkelas dunia sehingga menarik wisatawan datang, kita harus pastikan tamu jika ke Wakatobi, puas dan selalu ingin kembali ke Wakatobi," jelas Arief Yahya.
Belum sempat ke Festival Wakatobi Wave 2017? Lihat saja kemeriahannya lewat foto-foto berikut.










(Sumber: Kementerian Pariwisata)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?