Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Madinah (Sumber: Theniceidea.com)
Dream - Hampir di seluruh penjuru dunia mengalami musim dingin pada bulan September hingga Maret. Begitu pula Arab Saudi yang menjadi lebih sejuk cuacanya dibanding hari-hari biasanya. Cuaca bersahabat ini banyak mengundang minat umat Islam untuk menunaikan indah umrah di awal-awal tahun.
Hasan Muhdi, Koordinator Tour Guide PT Alisan Umrah dan Haji menjelaskan, jemaah umrah yang akan berangkat ke Tanah Suci di awal tahun perlu memiliki persiapan khusus. Di musim ini, biasanya cuaca di Tanah Suci dapat menurun drastis.
" Udara di Saudi menjadi dingin sekitar 15-20 derajat," ungkap Hasan di Haris Hotel Tebet, Jakarta Selatan belum lama ini.
Biasanya, cuaca di Arab Saudi mulai berubah di awal-awal Desember. Meski lebih dingin, cuaca di tanah suci masih bersahabat karena biasanya mulai menghangat di atas pukul sembilan pagi.
" Baru akan berubah dingin banget itu saat malam. Tapi memang harus dipersiapkan matang karena cuaca di sana itu nggak bisa diprediksi terutama setelah Ashar menjelang Maghrib," imbuh Hasan.
Bagi jemaah laki-laki, Hasan menyarankan cukup membawa empat setel pakaian. Jemaah pria juga diimbau membawa sarung agar bawaan lebih ringkas.
Sedangkan untuk jemaah perempuan, Hasan mengimbau untuk tidak membawa pakaian dalam jumlah banyak. " Kurang lebih empat juga, paling ketambahan mukena ya," pungkasnya.
Sementara untuk pakaian umrah, Hasan mengatakan sebaiknya disimpan di dalam bagasi karena baru dibutuhkan saat tiba di Madinah. Item yang tak boleh ketinggalan adalah menyiapkan jaket dan pakaian seragam batik agar mudah menjadi penanda rombongan.
" Terus kalau mau bawa obat-obatan dalam bentuk cair sebaiknya bawa yang sachet aja ya biar lolos di bandara," tutupnya.