Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi (Foto: Astroawani.com)
Dream - Sebuah perusahaan Jepang memberikan insentif besar bagi karyawan mereka yang berhenti merokok, yakni enam hari libur ekstra dalam setahun.
Menurut Telegraph, perusahaan pemasaran yang berbasis di Tokyo, Piala Inc, akan memberikan semua karyawan yang tidak merokok tambahan enam hari cuti dibayar setiap tahun karena mereka bekerja lebih lama per jam daripada rekan mereka yang merokok. Sebab, para perokok kerap mengambil jeda yang panjang beberapa kali sehari untuk merokok.
Perusahaan tersebut sampai pada keputusan menetapkan kebijakan liburan tersebut setelah sekelompok karyawannya yang tidak merokok mengeluh.
" Salah satu staf yang bukan perokok memberi pesan di kotak saran perusahaan pada awal tahun ini bahwa merokok telah menyebabkan masalah," Hirotaka Matsushima, juru bicara perusahaan tersebut, mengatakan kepada Telegraph. " CEO kami melihat komentar itu dan setuju, jadi kami memberi para karyawan yang tidak merokok beberapa waktu tambahan sebagai kompensasi."
Selain sebagai hadiah untuk karyawan yang tidak merokok, perusahaan juga berharap bahwa kebijakan libur ekstra ini dapat menginspirasi orang lain agar berhenti dari kebiasaan merokok.
" Saya berharap dapat mendorong karyawan untuk berhenti merokok melalui insentif daripada penalti atau pemaksaan," kata Takao Asuka, CEO perusahaan tersebut kepada Kyodo News. Menurut Telegraph, program baru ini telah mendorong empat karyawan untuk berhenti dari kebiasaan tersebut. Dengan imbalan hari liburan yang berharga.
Hampir satu dari lima orang dewasa di Jepang merokok, menurut CNN, meskipun jumlah tersebut mungkin menurun menjelang Olimpiade Tokyo pada tahun 2020. Beberapa perusahaan juga mencoba memberi insentif kepada karyawan mereka yang mematikan rokok saat waktu makan, sementara yang lain hanya melarang merokok selama jam kerja.
(Sumber: travelandleisure.com)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari