Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Berlibur di Kota Hantu, Siapkan Kocek Rp28 Juta

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 17 April 2018 12:14
Berlibur di Kota Hantu, Siapkan Kocek Rp28 Juta
Lahan kosong yang dulunya menjadi lokasi penambangan kini disulap menjadi resor mewah.

Dream - Bosan dengan suasana liburan yang mainstream? Anda yang suka sejarah dan sesuatu yang menantang, cobalah menginap di sebuah resor yang dulunya merupakan wisma para penambang yang menggali emas dan perak di tahun 1880-an.

Memang kedengarannya sedikit horor, karena lahan besar di pegunungan Colorado barat daya, Amerika Serikat itu kosong sejak tahun 1919. Tapi justru di situlah sensasi antimainstream-nya.

Sekarang, wisma tersebut telah dilahirkan kembali sebagai Dunton Hot Springs, sebuah resor kabin kelas atas di lokasi terpencil yang bisa wisatawan jadikan pelarian dari tekanan kehidupan modern.

Menurut sejarah, kawasan Dunton dipilih oleh penambang karena geologi khususnya.

" Mereka menetap di lokasi tertentu ini karena sumber air panas alami. Itu adalah indikasi mineral yang baik di tanah," kata Christina Rossi, direktur pemasaran di Dunton Hot Springs, seperti dilansir laman CNN Travel, Selasa 17 April 2018.

Sumber mata air panas itu, menurut Rossi kini dijadikan perawatan spa mewah di Dunton.

100 tahun yang lalu, Dunton hanyalah sebuah kota pertambangan. Awalnya kota itu sejahtera, namun karena lokasinya yang terpencil membuat para penambang kesulitan untuk mengangkut bijih tambang. " Kota ini berjuang dengan isolasi," jelas Rossi.

Ketika transportasi menjadi lebih bergantung pada kereta api, Dunton yang terpencil menghadapi perjuangan yang berat. Pada 1919, rumah-rumah kayu yang dibangun penduduk setempat di sepanjang Sungai Dolores Barat ditinggalkan. Pada tahun-tahun berikutnya, Dunton beroperasi sebagai peternakan sapi hingga sekitar tahun 1980-an.

Ketika Dunton akhirnya dibeli oleh pemilik saat ini, Christoph Henkel pada 1990-an, ia memutuskan untuk melestarikan wisma-wisma kosong sebagai tempat liburan dan menciptakan sebuah resor bernuansa mewah tetapi juga bertujuan untuk melestarikan sejarah Dunte.

Proyek renovasi ini merupakan proses yang rumit. Bangunan-bangunan yang berusia satu abad itu bobrok dan sebagian besar hancur berantakan.

" Banyak bangunan harus dipisahkan, kayu bulat diberi nomor, dan kemudian disatukan kembali seperti teka-teki jigsaw," jelas Rossi.

Fitur unik Dunton mengingatkan para tamu bahwa mereka telah melangkah mundur ke masa lalu. " Ketika memasuki Bath House di mana kolam air panas besar berada, Anda akan menemukan grafiti arang dari penduduk lama yang berasal dari akhir 1800-an dan awal 1900-an," kata Rossi.

Eksterior kabin mungkin merupakan rekreasi sempurna dari masa lalu yang dilengkapi dengan fasilitas terbaru. Semuanya dimodernisasi.

Dunton terdiri dari 12 kabin kayu yang berdiri di atas 200 acre atau sekitar 809 meter persegi tanah, tetapi keseluruhan resor ini memiliki luas 1.600 hektar tanah yang dapat dinikmati oleh para tamu. Kegiatan yang ditawarkan termasuk hiking, memancing, dan menunggang kuda.

Harga penginapan tergantung pada jenis kabin. Harga kabin termurah sekitar US$630 atau setara dengan Rp8,6 juta per malam untuk Echo Cabin. Untuk kabin dengan fasilitas mewah menawarkan US$2.100 atau setara dengan Rp28,7 juta per malam untuk Potter House, Cabin Well House dan Vertical Log di musim panas dan musim gugur.

Rossi mengatakan, Dunton memungkinkan para tamu untuk bersantai dan melarikan diri dari kepenatan aktivitas di kota besar. " Kami berharap mereka merasa seperti mereka sedang mengunjungi teman-teman yang luar biasa, sangat menarik berada di lokasi yang luar biasa indah," kata Rossi.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More