Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dunton Hot Springs (CNN Travel/Jack Richmond Photography)
Dream - Bosan dengan suasana liburan yang mainstream? Anda yang suka sejarah dan sesuatu yang menantang, cobalah menginap di sebuah resor yang dulunya merupakan wisma para penambang yang menggali emas dan perak di tahun 1880-an.
Memang kedengarannya sedikit horor, karena lahan besar di pegunungan Colorado barat daya, Amerika Serikat itu kosong sejak tahun 1919. Tapi justru di situlah sensasi antimainstream-nya.
Sekarang, wisma tersebut telah dilahirkan kembali sebagai Dunton Hot Springs, sebuah resor kabin kelas atas di lokasi terpencil yang bisa wisatawan jadikan pelarian dari tekanan kehidupan modern.
Menurut sejarah, kawasan Dunton dipilih oleh penambang karena geologi khususnya.
" Mereka menetap di lokasi tertentu ini karena sumber air panas alami. Itu adalah indikasi mineral yang baik di tanah," kata Christina Rossi, direktur pemasaran di Dunton Hot Springs, seperti dilansir laman CNN Travel, Selasa 17 April 2018.
Sumber mata air panas itu, menurut Rossi kini dijadikan perawatan spa mewah di Dunton.
100 tahun yang lalu, Dunton hanyalah sebuah kota pertambangan. Awalnya kota itu sejahtera, namun karena lokasinya yang terpencil membuat para penambang kesulitan untuk mengangkut bijih tambang. " Kota ini berjuang dengan isolasi," jelas Rossi.
Ketika transportasi menjadi lebih bergantung pada kereta api, Dunton yang terpencil menghadapi perjuangan yang berat. Pada 1919, rumah-rumah kayu yang dibangun penduduk setempat di sepanjang Sungai Dolores Barat ditinggalkan. Pada tahun-tahun berikutnya, Dunton beroperasi sebagai peternakan sapi hingga sekitar tahun 1980-an.
Ketika Dunton akhirnya dibeli oleh pemilik saat ini, Christoph Henkel pada 1990-an, ia memutuskan untuk melestarikan wisma-wisma kosong sebagai tempat liburan dan menciptakan sebuah resor bernuansa mewah tetapi juga bertujuan untuk melestarikan sejarah Dunte.
Proyek renovasi ini merupakan proses yang rumit. Bangunan-bangunan yang berusia satu abad itu bobrok dan sebagian besar hancur berantakan.
" Banyak bangunan harus dipisahkan, kayu bulat diberi nomor, dan kemudian disatukan kembali seperti teka-teki jigsaw," jelas Rossi.
Fitur unik Dunton mengingatkan para tamu bahwa mereka telah melangkah mundur ke masa lalu. " Ketika memasuki Bath House di mana kolam air panas besar berada, Anda akan menemukan grafiti arang dari penduduk lama yang berasal dari akhir 1800-an dan awal 1900-an," kata Rossi.
Eksterior kabin mungkin merupakan rekreasi sempurna dari masa lalu yang dilengkapi dengan fasilitas terbaru. Semuanya dimodernisasi.
Dunton terdiri dari 12 kabin kayu yang berdiri di atas 200 acre atau sekitar 809 meter persegi tanah, tetapi keseluruhan resor ini memiliki luas 1.600 hektar tanah yang dapat dinikmati oleh para tamu. Kegiatan yang ditawarkan termasuk hiking, memancing, dan menunggang kuda.
Harga penginapan tergantung pada jenis kabin. Harga kabin termurah sekitar US$630 atau setara dengan Rp8,6 juta per malam untuk Echo Cabin. Untuk kabin dengan fasilitas mewah menawarkan US$2.100 atau setara dengan Rp28,7 juta per malam untuk Potter House, Cabin Well House dan Vertical Log di musim panas dan musim gugur.
Rossi mengatakan, Dunton memungkinkan para tamu untuk bersantai dan melarikan diri dari kepenatan aktivitas di kota besar. " Kami berharap mereka merasa seperti mereka sedang mengunjungi teman-teman yang luar biasa, sangat menarik berada di lokasi yang luar biasa indah," kata Rossi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya