Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Bromo (Shutterstock.com)
Dream - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bakal menutup sementara Bromo dari kendaraan bermotor. Penutupan tersebut berlangsung mulai 24 Januari hingga 24 Februari 2020.
Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan BB-TNBTS, Sarif Hidayat, mengatakan penutupan ini dijalankan untuk menghormati tradisi masyarakat Tengger. Pada tanggal-tanggal tersebut, masyarakat Tengger menggelar acara adat.
" Ini dilakukan untuk menghormati kearifan lokal masyarakat dalam melaksanakan Megengan Wulan Kepitu," ujar Sarif, dikutip dari Liputan6.com.
Dalam kepercayaan masyarakat Tengger, Wulan Kepitu adalah waktu untuk memulihkan ekosistem kawasan Bromo. Sehingga, semua kendaraan bermotor dapat menimbulkan polusi dilarang masuk.

Wulan Kepitu atau Bulan Ketujuh merupakan waktu sakral bagi orang Tengger. Di waktu tersebut, masyarakat Tengger biasa menjalankan " Laku Pasa Mutih" untuk menahan sifat keduniawian dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Larangan ini berlaku kepada semua orang baik penduduk sekitar, wisatawan, maupun petugas BB-TNBTS. Kendaraan bermotor milik petugas dibolehkan masuk hanya dalam keadaan darurat.
" Petugas juga tidak diperkenankan, kecuali untuk pemantauan dan pengawasan serta evakuasi gawat darurat," kata Sarif, seperti dilaporkan Antara.

Meski ditutup, aktivitas di Bromo akan tetap berjalan seperti biasa. Wisatawan dapat masuk ke destinasi ini selama tidak menggunakan kendaraan bermotor.
Wisatawan dapat masuk dengan berjalan kaki atau bersepeda. Bisa juga menggunakan kuda yang disewakan penduduk setempat.
Seluruh kendaraan bermotor nantinya tidak boleh masuk mulai dari Pintu Masuk Laut Pasir Tengger di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Juga dari Pintu Masuk Coban Trisula, Jemplang, Kabupaten Malang serta dari Pintu Masuk Dingklik Penanjakan, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Selama penutupan, petugas gabungan akan disiagakan di tiap-tiap pintu masuk. Petugas tersebut terdiri dari unsur BB-TNBTS, Kepolisian, dan perwakilan adat.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa