Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi
Dream - Warga Lampung tengah digegerkan oleh kemunculan seekor buaya besar yang sebulan belakangan meneror sepanjang pantai kota tersebut. Karena itu, pada long weekend sejak Kamis hingga Minggu nanti, aparat Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Lampung menghimbau masyarakat untuk sebisa mungkin menjauhi dan tak berwisata ke laut.
Binatang tersebut diperkirakan sangat ganas dan memiliki panjang sekitar 3 meter serta merupakan jenis buaya air asin. Buaya tersebut diduga merupakan milik salah satu pengusaha Lampung yang tak sengaja terlepas dari kandangnya ketika air pasang.
" Sebenarnya pernah tertangkap ketika di kawasan Pantai Mutun, Pesawaran. Kita waktu itu bersama pawangnya. Namun saat hendak diikat, mendadak buaya mengamuk, mengibaskan ekornya, dan berhasil kabur kembali ke laut," terang salah seorang sumber di Ditpolair dikutip dari radarlampung.co.id.
Buaya yang belum diketahui jenis kelaminnya itu juga sempat terlihat di Pantai Puri Gading, Telukbetung Barat. Terakhir, ada masyarakat yang melihat di Pantai Queen Artha, Pesawaran.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha