Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Dream - Hong Kong punya cara anti mainstrem dan unik untuk mengungkap beragam seni karya seniman lokal dan dunia. Jika biasanya di hall atau auditorium yang luas, kali cukup di kamar hotel.

Dari kamar ke kamar, dari satu pintu ke pintu karya seni tersebut dipamerkan. Menarik bukan?

Dream berkesempatan untuk melihat pameran yang digelar Hotel Marcopolo, Kowloon, Hong Kong mulai 29 Maret hingga 1 April 2019, dalam rangkaian acara Hong Kong Arts Month 2019.

Hotel bintang lima ini secara khusus menyediakan 50 kamar di lantai 12 untuk para seniman menampilkan karya-karya seni terbaiknya.

Ratusan karya seni modern dan kontemporer, dalam medium kanvas, cetakan atau foto dari berbagai galeri dunia, disajikan di ruang kamar berukuran 4x5 meteran.

Menariknya, beberapa karya ada loh dari seniman asal Indonesia. Iq Qoror salah satunya. Dia menampil sejumlah karya kanvas abstrak dengan cirinya khasnya manusia tanpa wajah.

Menikmati karya seni kelas dunia dengan cara seperti ini tentu mengasyikan. Banyak kejutan dari karya memukau di balik kamar-kamar hotel. Bikin betah melihat pameran seni.

Jika pameran di kamar hotel kita harus merogoh 100 HKD (Rp180 ribu), pementasan seni yang satu ini gratis. Lokasi di kawasan mal yang menyatu dengan Hotel Marcopolo.

Di lokasi outdoor, Pameran seni dengan tema the wave of coexistence menyajikan beragam sejumlah instalasi satwa laut, seperti kura-kura, lumba-lumba dan satwa laut lainnya.
Pameran tunggal karya seniman Jang Se II ini mengungkap pesan untuk masyarakat agar mencintai dan menjaga laut beserta satwa yang ada di dalamnya.
Pada bagian dalam (indoor), dua seniman Korea Selatan lainnya memasang karya-karya mereka dalam pameran tunggal. Seniman Lee Sun Ok dengan Sound of Nature yang diusung memajang instalasi unik rangkaian bola-bola kristal kecil setinggi 3 meteran.

Sedangkan Seniman Henn Kim mengusung konsep black and white atau monokrom dengan beragam karya print berbingkai. Henn Kim dikenal sebagai seniman dengan pergaulan media sosial yang luas.

Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya