Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Davina Veronica Hariadi (Foto: Instagram/davinaveronica_gsi)
Dream - Di Indonesia banyak sekali destinasi wisata alam yang menawarkan pemandangan indah. Mulai dari pegunungan, pantai, danau, taman nasional hingga deretan pulau di nusantara yang layak untuk dijadikan tempat wisata.
Sayangnya, banyak pengunjung dan masyarakat setempat yang kurang menjaga dan merawat berbagai destinasi wisata tersebut.
Ditemui dalam event 'Beauty Class with Biokos' yang digelar Martha Tilaar bekerjasama dengan WWF Indonesia, artis Davina Veronica yang merupakan Duta WWF Indonesia berbagi cerita seputar kunjungannya ke pulau tak berpenghuni di daerah Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.
Kepulauan seribu yang terkenal dengan pulau-pulaunya yang indah dan banyak menawarkan paket wisata murah, sering dijadikan tempat wisata bagi masyarakat yang umumnya berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Ternyata, tak semua pulau di kawasan ini berpenghuni lho. Salah satu pulau tak berpenghuni itu adalah Pulau Damar.

Meskipun kecil dan tak berpenghuni, pulau ini cukup indah dan menjadi tempat yang paling strategis untuk memancing ikan. Bersama dengan komunitas "Wish Clean Up" miliknya, Davina Veronica datang dan mulai melakukan pembersihan sampah yang terdapat di Pulau Damar.
"Saya datang ke sana bersama teman-teman untuk proses pembersihan sampah, tapi saya kaget. Meskipun tak berpenghuni sampah di sana banyak banget," kata Davina saat ditemui Dream beberapa waktu lalu.
"Pulaunya kecil, saya dan teman-teman mulai membersihkan dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Sekitar satu perempat wilayah pulau itu sudah kami bersihkan," ungkap Davina kembali.

Tak hanya itu, ketika Davina pergi berlibur ke Taman Nasional Wakatobi, ia juga menemukan banyak koral hancur akibat kegiatan oknum "nakal" di masyarakat, yang masih saja menggunakan peledak untuk menangkap ikan.
Davina merasa sangat prihatin dengan kondisi destinasi wisata yang ada di Indonesia. Ia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut menjaga keindahan destinasi wisata dengan cara melaporkan berbagai kegiatan perusakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab kepada pemerintah melalui aplikasi mobile milik WWF Indonesia, 'Marrine Buddies'.
"Yuk ikut berpartsipiasi, kalau misalnya kalian melihat tindak perusakan langsung laporkan di aplikasi Marrine Buddies biar langsung dilakukan pembenahan oleh pemerintah," tutur Davina.
(Laporan: Awalendi EP)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?