Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Jean Soutif/Science Photo Library)
Dream - Kota Baghdad didirikan pada abad ke-8 sebagai ibukota Kekhalifahan Abbasiyah, oleh Khalifah Al-Mansur. Al-Mansur menginginkan pusat pemerintahan sendiri untuk tempatnya memimpin. Akhirnya dia memilih sebuah situs sekitar 30 km ke arah utara ibukota Sassania di Ctesiphon, di sepanjang tepian Tigris, dan mulai menyusun rencana untuk desain dan konstruksinya.
Mansur ingin Baghdad menjadi kota yang sempurna, menjadi ibukota kerajaan Islam di bawah Abbasiyah. Untuk itu, dia membawa ribuan arsitek, insinyur, surveyor, tukang kayu, pandai besi dan lebih dari seratus ribu buruh dari seluruh kerajaan Abbasiyah. Dia berkonsultasi dengan astrolog, dan menurut saran mereka, adalah baik jika meletakkan batu bata seremonial pertama pada tanggal 30 Juli 762.
Kota asli ini dirancang berbentuk bundaran 2 km. Lingkaran tersebut merupakan penghormatan khalifah terhadap ajaran geometris Euclid, yang telah dia pelajari dan kagumi. Di tengah kota berdiri dua bangunan terbaik: Masjid Agung dan kediaman khalifah, Istana Golden Gate. Di sekitar istana dan masjid ada lapangan terbuka dan bangunan tepi pantai, dimana hanya khalifah yang diizinkan menunggang kuda di sana.
Di tepi kota ini ada istana anak-anak khalifah, rumah bagi staf kerajaan dan pelayan, dapur khalifah, barak untuk penjaga kuda dan kantor-kantor kenegaraan lainnya. Daerah pusat ini dilindungi oleh sebuah dinding tebal.
Tempat tinggal dan bangunan komersial terkonsentrasi di sebuah cincin antara dinding luar kota dan tembok bundar. Terdapat dinding perimeter eskterior setinggi 30 meter dan setebal 44 meter di dasar. Itu dimahkotai dan diapit oleh benteng, serta dikelilingi oleh parit yang dalam.
Kota ini dibagi menjadi empat dengan dua jalan saling berpotongan lurus yang membentang dari ujung ke ujung dinding perimeter luar dan berakhir di empat gerbang. Masing-masing dari gerbang tersebut mengarah ke sebuah kota yang berbeda - Basra, Kufah, Khurasan, dan Damaskus.
Sayangnya, sekarang ini tidak ada lagi yang tersisa dari kota tersebut. Jejak terakhir Kota Melingkar Al-Mansur dihancurkan pada awal 1870-an ketika Midhat Pasha menjadi Gubernur Ottoman di Baghdad. Midhat Pasha mungkin tidak tertarik untuk melestarikan sejarah, dia membuat reformasi besar dan mengubah wajah Kota Baghdad dan Irak.
Dia membangun banyak sekolah dan institusi pendidikan, yang sebelumnya tidak ada di Baghdad, juga rumahs akit, lumbung, taman umum, sistem pasokan air, jalan dan jembatan. Dia memperkenalkan reformasi tanah dan undang-undang perpajakan serta mendorong suku-suku nomaden untuk menetap dan berkultivasi. TIga tahun yang dihabiskan Midhat Pasha sebagai gubernur adalah tahun-tahun terpenting dalam sejarah modern Baghdad.
(Sumber: amusingplanet.com)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari