6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Konferensi Pers International Seminar And Workshop In Aesthetic Medicine (SWAM) (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung langkah para ahli di dunia kesehatan Indonesia yang mewujudkan Destinasi Wisata Kesehatan. Para dokter ahli kecantikan dan estetika berusaha untuk mewujudkan Indonesia sebagai tuan rumah bagi siapa saja yang membutuhkan informasi mengenai kesehatan.
Terutama di bidang anti-aging dan estetika bagi mereka yang datang dari mancanegara. Langkah pertama diwujudkan dengan menyelenggarakan International Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine (SWAM) yang diselenggarakan pada 2-4 Desember 2016 di ICE, Serpong Banten.

" Selanjutnya untuk mewujudkan Health Tourism Destination kami ingin membuat resort anti-aging pertama di dunia di Pulau Laki di Kepulauan Seribu," papar Ketua Pelaksana, Teguh Tanu Widjaja di Banten, Jumat, 11 November 2016.
Lebih jauh Teguh mengungkapkan, para pasien yang datang akan diberikan pelayanan penuh selama 1-2 minggu. Untuk diatur hidupnya menjadi lebih sehat dan teratur di bawah penanganan dokter ahli.
Menyangkut rencana tersebut, Teguh menyatakan rasa optimis yang demikian besar. Terlebih saat beberapa perusahaan besar telah berniat untuk bergabung. Serta investor yang dipastikan siap untuk menggelontorkan sejumlah dana besar.
" Diharapkan dapat mendatangkan devisa besar untuk negara. Jadi lewat SWAM ini kami akan mendatangkan 10 ribu masyarakat untuk menghadiri klinik-klinik yang ikut expo," lanjutnya.

Kemenpar melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Wisata, Dadang Rizky Ratman menyatakan dukungan penuh terhadap rencana wisata kesehatan. Sehingga dapat mendorong upaya pencapaian target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2019.
" Target ke depan mengembangkan wisata kesehatan. Health tourism yang motivasinya untuk berobat. Kita bantu promosi untuk mendatangkan dan penetrasi dalam penataan destinasi," ujar Dadang.
Sejauh ini, Kemenpar juga telah mendorong investor untuk mengembangkan senior living. Yaitu sebuah wisata kesehatan yang diperuntukan bagi para lansia. Dan telah berhasil diterapkan di daerah Jawa Barat.
" Sudah buka yang tradisional di Jawa Barat kayak patah tulang dan semacamnya. Sedangkan kalau untuk SWAM diharapkan ada kunjungan orang-orang dari luar untuk mendatangi klinik kecantikan milik kita ya," pungkas Dadang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
