Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Di Kota Ini, Rumah-rumah Kuno Dijual Rp 15 Ribu

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 8 April 2016 10:35
Di Kota Ini, Rumah-rumah Kuno Dijual Rp 15 Ribu
Kota abad ke-12 ini diakui banyak pelancong sebagai kota paling cantik di Italia.

Dream – Gangi. Inilah kota unik yang terletak di Italia. Dibangun di atas bukit di lembah berhutan Sisilia. Lokasi tepatnya berada sekitar 80 kilometer ke arah tenggara Palermo.

Kota Gangi tampak seperti tempurung kura-kura raksasa. Sebab banyak rumah dan bangunan-bangunan lain yang berada di sekujur bukit. Sehingga terlihat seperti tempurung kura-kura jika dilihat dari atas.

Kota ini mulai dikenal sejak dua tahun yang lalu. Turis dari seluruh penjuru Eropa berduyun-duyun mengunjungi tempat unik ini. Bahkan, wisatawan asal Australia juga rela datang demi menyaksikan keindahan kota Gangi.

Banyak pelancong menilai wilayah yang dibangun sekitar abad ke-12 ini sebagai kota paling cantik di Italia. Pada 1950-an populasi di kota ini tercatat 16 ribu penduduk dan kini hanya menyisakan sekitar tujuh ribu orang saja.

Banyak penduduk kota ini yang meninggalkan Gangi karena terpikat oleh janji-janji manis yang dikenal sebagai 'American Dream'. Beberapa agen penjualan yang datang bersama kapal Trans-Atlantic Ocean menawarkan prospek kehidupan yang lebih baik di Amerika.

Kemudian, ribuan penduduk meninggalkan tempat tinggal mereka, atau penduduk lokal menyebutnya sebagai pagglialore. Rumah-rumah di sini memiliki struktur bangunan seperti menara dengan lantai dasar untuk hunian keledai, atau untuk menyimpan tumpukan jerami bagi ayam dan kambing. Sementara pemiliknya, tinggal di lantai atas.

Pemerintah setempat berupaya menghidupkan kembali kota itu pada 2014. Tanpa pertimbangan biaya, walikota memutuskan menjual rumah-rumah tersebut hanya seharga 1 Euro sekitar Rp 15 ribu saja. Bahkan banyak pula yang diberikan secara gratis. Hal ini bertujuan agar pembeli rumah mau merenovasi kembali bangunan-bangunan yang ada dalam waktu setahun dan memakainya selama tiga tahun.

Pembeli juga diharuskan menanggung biaya pengalihan kepemilikan dan membayar semua biaya pengurusan izin. Dengan berbagai persyaratan itu, rupanya seseorang harus merogoh kocek lumayan dalam. Dengarlah pengakuan wanita Australia yang membeli rumah di Gangi. Dia mengungkapkan telah mengeluarkan biaya lebih dari $17.000 atau sekitar Rp 225 juta, bahkan sebelum ia memulai renovasi rumah.

Meski biaya administrasi selangit, rupanya yang mau membeli rumah di Gangi sangat banyak. Antrean sangat panjang, karena pemerintah di sana harus melakukan verifikasi pada pembeli. Pada bulan Juni 2015 saja, daftar tunggu masih mengular karena pemerintah kota menyaring calon pembeli yang datang.

" Kami tidak ingin orang-orang membeli hanya karena mereka memiliki uang. Kami ingin tahu apa yang akan Anda lakukan dengan rumah-rumah ini," kata Mr Ferrarello, Walikota.

Satu perusahaan yang berbasis di Florence misalnya, mengambil dua rumah dan membeli tujuh lagi, karena mereka berencana akan membuat sebuah hotel 22 kamar. Dan masih banyak lagi potensi pariwisata yang akan segera hidup di Kota Gangi.

" Kami melakukan ini untuk anak-anak, karena kami mencintai wilayah kami. Dan kami ingin anak-anak tidak meninggalkan ini semua," kata Walikota.

(Sumber: Amusingplanet.com)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More