Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Ilustrasi (Foto: Travelandleisure.com)
Dream - Berjalan di trotoar atau menyeberang jalan sambil mengirim pesan SMS, Whatsapp, tweeting, atau bahkan main game masih sering dilakukan oleh para pejalan kaki di Indonesia. Tapi di wilayah satu ini jangan coba-coba menyibukkan dirimu dengan gadget saat sedang menyeberang jalan. Karena bakal didenda.
Ya, Kota Honolulu, Hawaii telah mulai memberlakukan undang-undang 'zombie smartphone'. Para pejalan kaki tak boleh menggunakan smartphone atau gadget lainnya saat sedang berjalan kaki atau menyeberang di jalanan umum.
Mereka pun memberi wewenang kepada polisi untuk memberhentikan pejalan kaki yang melanggar dan mendenda mereka sampai $35 karena berjalan dengan mata terpaku pada layar smartphone, The New York Times melaporkan.
Larangan tersebut membuat Honolulu menjadi kota besar Amerika pertama yang mengeluarkan undang-undang tentang larangan penggunaan gadget bagi pejalan kaki, dalam upaya meningkatkan keselamatan di jalan raya.
" Ini benar-benar tonggak undang-undang yang menetapkan standar keselamatan tinggi," kata Brandon Elefante, anggota Dewan Kota.
Kematian pejalan kaki di AS meningkat 11 persen pada 2016 menjadi hampir 6.000, menurut sebuah laporan dari Governos Highway Safety Association. Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan teknologi smartphone di jalan raya.
Meningkatkan risiko cedera dan kematian pun telah mendorong pemerintah daerah di seluruh dunia untuk menangani penggunaan smartphone di area publik. Kota Bodegraven di Belanda menyematkan strip lampu LED di penyeberangan-di dekat ibu jari pengguna smartphone-untuk memberitahu mereka kapan lampu lalu lintas berubah.
Upaya serupa juga telah diperkenalkan di Moskow dan Kota Augsburg, Jerman, setelah seorang remaja terluka akibat sebuah trem. Kota Chongqing di China juga telah memperkenalkan jalur ponsel pada tahun 2014 yang memisahkan pejalan kaki yang menggunakan smartphone dari mereka yang berjalan lebih cepat.
India bahkan telah memperkenalkan " zona selfie sendiri" dalam upaya mencegah kematian yang tidak disengaja.
Honolulu sepertinya tidak akan menjadi satu-satunya kota besar Amerika yang mengkriminalkan penggunaan smartphone di jalan. Aturan yang sama sudah mulai dipertimbangkan setidaknya di sepuluh negara bagian, menurut Times. Termasuk di New Jersey, dimana para pelanggar aturan tersebut rencananya bakal didenda $50 dan kemungkinan dihukum penjara, menurut Washington Post.
(Sumber: travelandleisure.com)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi