Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Konferensi Pers PATA Travel Mart 2016 (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Untuk kelima kalinya Indonesia kembali mendapat kepercayan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pasific Asia Travel Association (PATA) Mart 2016. Pameran dan bursa pariwisata internasional ini rencananya akan berlangsung pada 7-9 September mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Banten.
Sebagai even pariwisata terbesar di Asia Pasifik, PATA Chapter Indonesia menargetkan 1000 delegasi yang datang mewakili 60 negara. Ditambah dengan publikasi dari ratusan media masa dari dalam dan luar negeri.
" Terakhir kita menjadi tuan rumah saat 2007 di Bali. Di acara ini nantinya akan ada transaksi berbagai negara yang akan memberi dampak baik untuk Indonesia. Terutama hospitality kita dalam menyiapkan sambutan ke wisman," ungkap CEO PATA chapter Indonesia, Purnomo.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana menyatakan momentum tersebut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menjual destinasi di Indonesia. Apalagi kedudukan sebagai host PATA Travel Mart memberi dampak positif untuk meningkatkan kepercayaan dunia terhadap pariwisata nasional.
" Kita akan promosikan '10 Bali baru' sebagai destinasi andalan dalam mendukung Wonderful Indonesia. Ada 10 destinasi prioritas yang akan kita jual di paviliun Indonesia seperti Danau Toba, Joglosemar, Banyuwangi, Bandung, Pulau Seribu dan yang lainnya," imbuh Pitana saat mengelar konfrensi pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Agustus 2016.
Ditambahkan Purnomo, selain keuntungan media value dan menjadikannya trending topic di media, dunia kepariwisataan Indonesia akan ikut terangkat.
Pasalnya, Indonesia akan menjadi fokus utama perhatian dunia. Dimana pertemuan para Business to Business (B2B) akan berlangsung dengan menjual paket wisata inbound. Sehingga penjualan paket-paket wisata dapat mendatangkan lebih banyak wisman dari kawasan Asia Pasifik.
" Selama mengikuti PATA, para peserta kan juga akan mengeluarkan biaya untuk akomodasi, transportasi maupun membeli cenderamata. Delegasi dari mancanegara akan menambah kunjungan wisman yang sampai akhir tahun kita targetkan mencapai 12 juta kunjungan," tutup Pitana.