Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
The Norias (Foto: Alessandra Kocman/Flickr)
Dream - The Norias adalah salah satu ikon terkenal dari kota kuno Hama, Suriah. The Norias merupakan tujuh belas kincir air bersejarah yang terletak di sepanjang Sungai Orontes yang berasal dari era Bizantium, meskipun penduduk setempat mengklaim bahwa usianya lebih tua dari itu.
" Roda air" , yang disebut Noria ini adalah bagian dari sistem irigasi yang sekarang tidak lagi berfungsi. Noria dirancang untuk mengangkat air dari sungai dan memindahkannya melalui saluran air ke ladang pertanian dan rumah-rumah penduduk.

Roda itu digerakkan oleh arus sungai yang mengalir. Saat roda bergerak, ember kayu diletakkan di pinggiran roda untuk menampung air yang keluar dari sungai dan memindahkannya ke saluran air. Gravitasi kemudian membawa air di sepanjang saluran air hingga ke tempat tujuannya di berbagai belahan kota.
Sulit untuk mengatakan kapan dan dimana Noria pertama muncul. Tulisan kuno Marcus Vitruvius Pollio, seorang insinyur militer Romawi, mengemukakan bahwa kincir air itu mungkin telah ditemukan oleh orang Romawi pada abad ke-1 SM.

Sumber lain menyebutkan bahwa Norias dikembangkan di India pada abad ke-5 atau ke-4 SM, setelah itu teknologi tersebut menyebar ke barat dan China. Kemungkinan lainnya, Norias berasal dari Yunani sekitar akhir abad ke-3 atau awal abad ke-2 SM, seperti yang tertulis dalam manuskrip kuno.
Namun bagaimanapun sejarahnya, Norias akhirnya diadopsi oleh para insinyur Muslim dan kemudian dikembangkan dengan melakukan perbaikan-perbaikan pada perangkat. Misalnya penambahan mekanisme roda gila yang digunakan untuk memperlancar pengiriman daya.

Norias kemudian menjadi semakin populer di seluruh Timur Tengah. Beberapa Norias yang digunakan di dunia Islam abad pertengahan berukuran besar dengan diameter 20 meter dan bisa mengangkat sebanyak 2.500 liter air per menit. Norias di Hama adalah contoh teknologi abad pertengahan yang paling banyak bertahan.
Sebenarnya ada lebih dari 30 puluh Norias di Hama, tapi hanya 17 roda air asli yang bertahan sampai abad ke-21. Mereka masih dalam kondisi kerja yang baik, meski air dari roda ini sudah tidak digunakan lagi.

(Sumber: amusingplanet.com)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?