Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Awan Lubang Cacing Di Australia (Sciencealert.com)
Dream - Ada fenomena alam unik, yang hanya bisa kamu temukan di Australia. Bahkan, fenomena ini belum banyak diketahui publik.
Fenomena alam tersebut yaitu Morning Glory Cloud, susunan awan yang berbentuk menyerupai cerutu. Panjangnya bisa mencapai 1.000 kilometer.
Dikutip dari Science Alert, pemandangan ini hanya bisa ditemui di Teluk Carpentaria di barat laut Queensland. Awan ini muncul antara bulan September sampai November setiap tahun.
Awan ini terlihat seperti lubang cacing dengan ukuran sangat besar. Hingga saat ini, belum diketahui bagaimana susunan awan tersebut bisa terbentuk
Pada 2009, NASA pernah memuat laporan mengenai awan ini. Laporan tersebut tercantum dalam laman resmi APOD.
" Apa yang menyebabkan awan panjang dan aneh ini? Tidak ada yang yakin," demikian laporan NASA.
© Dream
Sejauh ini, yang hanya bisa diketahui adalah kondisi cuaca sebelum kemunculan awan tersebut. Diduga, bentuk gulungan awan yang ikonik disebabkan oleh penurunan suhu, lonjakan tekanan dan angin laut yang kuat.
Karena kondisi ini, udara di sisi depan awan bergerak cepat ke atas, sementara udara di belakang turun. Akibatnnya, udara menggulung awan menjadi silinder kecil yang rapi.

Dalam sebuah laporan, 10 awan dapat muncul melintasi langit dalam satu waktu. Awan-awan tersebut berada di ketinggian 2 kilometer dari permukaan tanah.
© Dream
" Tabung udara yang panjang, horizontal, dan bersirkulasi mungkin terbentuk ketika udara yang mengalir, lembap, dan dingin bertemu lapisan inversi, lapisan atmosfer di mana suhu udara meningkat secara tidak biasa," tulis NASA.

Pada pagi hari, awan dapat bergerak dengan kecepatan luar biasa mencapai 10-20 meter per detik atau sekitar 60 kilometer per jam. Awan baru terus terbentuk di depan dan secara bersamaan bagian belakang terkikis.
Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami kondisi cuaca yang mengarah ke awan. Fenomena ini dikaitkan dengan kelembapan udara dan angin laut yang kuat melintasi Teluk Carpenteria.
Laporan: Ava Haprin
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis