Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Ketika kamu hendak berlibur ke negara lain, ada baiknya untuk mempelajari kebijakan dan peraturan yang berlaku di sana terlebih dahulu. Pasalnya, setiap negara tentu memiliki aturan-aturan yang berbeda. Jangan sampai tertimpa nasib malang, seperti turis satu ini.
Seorang pelancong asal Inggris divonis tiga tahun penjara lantaran tertangkap basah membawa obat penahan sakit ke Mesir. Laura Plummer ditangkap di Bandara Internasional Hurghada, Mesir akibat temuan 300 pil Tramadol yang memenuhi kopernya.
Pil tersebut memang dianggap ilegal di berbagai negara, termasuk Mesir. Bahkan, penggunaan Tramadol juga harus disertai dengan resep dokter ketika digunakan di Inggris.
Sayangnya, wanita berusia 33 tahun ini tidak mengira bahwa Tramadol merupakan barang ilegal di Mesir. Ia sengaja membawa obat tersebut untuk mengatasi sakit punggung sang suami. Namun menurut saudarinya, Jayne Sinclair, sang suami bahkan tidak tahu bahwa ia membawa obat tersebut ke Mesir.
Laura terpaksa ditahan di Mesir sejak masa penangkapannya di bulan Oktober lalu. Sampai sekarang, tim pengacaranya masih berusaha berdebat dengan pihak yang berwajib.
Pihak Sektretariat Asing dari Inggris, Boris Johnson telah mengusahakan agar Laura terbebas dari jeratan hukum Mesir. Namun ia masih belum memutuskan apakah Laura akan melanjutkan masa hukuman di negara asalnya atau tidak.
(Sumber: travelandleisure.com/Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang