Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber Foto: Akbar Prabowo Triyuwono/Kapanlagi.com
Dream - Artis Ayushita merasa sangat gembira bisa menghabiskan waktu di Pasar Botani di Narmada, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasar Botani merupakan salah satu destinasi digital yang baru diluncurkan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lombok Sumbawa pada Minggu, 21 Oktober 2018.
" Tempatnya asik. Bikin happy. Seru pokoknya. Ini merupakan ide yang sangat unik. Kekinian banget. Pas untuk anak muda," ujar Ayushita, dikutip dari merdeka.com, Selasa 23 Oktober 2018.
Pasar Botani menawarkan pengalaman unik dalam berwisata dengan perpaduan keindahan alam serta kreasi anak muda. Keberadaan kuliner lokal yang bervariasi menjadikan suasana liburan di destinasi digital ini sangat berkesan.
" Saya lihat juga Pasar Botani sangat cocok untuk liburan bersama keluarga," kata Ayushita.

Ayushita mengakui dibuat penasaran oleh Pasar Botani. Sejumlah foto yang memperlihatkan destinasi wisata baru ini, terutama kebun bunga matahari, yang banyak beredar di media sosial membuatnya tertarik untuk datang.
" Iya, unik foto-fotonya. Foto-foto kulinernya juga begitu menggoda, makanya begitu launching saya langsung meluncur," ucap dia.
Juragan Pasar Botani, Joko Lukito, sumringah dengan kehadiran Ayushita. Menurut dia, hal itu menandakan kerja keras yang selama ini dijalankan tim mampu membuahkan hasil maksimal.
Joko mengatakan khusus untuk kuliner, semuanya merupakan karya para ibu yang tinggal di sekitar pasar. Para ibu juga telah mendapat pelatihan dan arahan tentang penyajian kuliner yang menarik sekaligus aman bagi wisatawan.
" Sehingga dari segi rasa serta estetika benar-benar sesuai dengan konsep Pasar, pengunjung selain menikmati rasa juga menikmati rupa," kata Joko.
Selanjutnya, Joko menjelaskan Pasar Botani hadir guna memenuhi kebutuhan generasi kekinian. Suasana dirancang sedemikian rupa sehingga jadi instagramable.
Tak hanya itu, kuliner di destinasi ini disajikan dengan harga terjangkau. Juga, Pasar Botani dirancang ramah anak sehingga bisa dinikmati segala macam usia.

" Karena selain menawarkan atraksi wisata, Pasar Botani juga memiliki misi untuk memberikan edukasi kepada pengunjung tentang Botanical Knowledge. Pengunjung dapat mengenal bunga-bunga dan buah lokal. Mereka pun dapat mengena cara merawatnya," kata Joko.
Di pasar ini dapat ditemui lebih dari 20 jenis bunga dan beragam pohon buah lokal. Beberapa jenis bunga tersebut seperti Million Gold, Calendula, Chrysanthemum, Anyelir, Nasturtium, Pansy, Mawar dan juga Anggrek. Ada pula bunga Matahari, Lavender, Angelo Nia, Angustifolia, Anggrek, Air Mata Pengantin, Marigold, Hibiscus (kembang sepatu), Cactus, Alamanda, Morning Glory, Cosmos, serta Thunbergia.
" Di sini ada juga berbagai jenis durian raja istimewa khas NTB. Seperti durian Tong Medaye, Si Payuk, Si Lakem, Gula Gaet, Si Gundul dan berbagai jenis Buah Lengkeng, Jambu Crystal, serta Anggur Brazil Jaboticaba," kata Joko.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya