Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lombok (Sumber: Http://tripuri.com/)
Dream - Menyongsong penyelenggaraan Festival Pesona Tambora (FPT) 2016 pada April mendatang, Kementerian Pariwisata menyatakan keseriusannya untuk mendukung acara tersebut. Terlebih dengan dukungan langsung dari Presiden Joko Widodo menjadi semangat positif untuk pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai penyelenggara.
Diungkapkan Gubernur NTB, M. Zainal Majdi bahwa keindahan alam Lombok dan Sumbawa tidak akan pernah habis untuk digali. Sehingga momentum itu diharapkan dapat mendongkrak popularitas pariwisata NTB di mata dunia.
Terlebih saat ini posisi NTB menempati destinasi wisata unggulan setelah 'Great Bali'. Setidaknya 40 persen wisatawan asing yang masuk Indonesia pasti melalui Bali. Kemudian baru melanjutkan perjalanannya ke NTB serta destinasi lain di kawasan Indonesia timur.
" Momentum ini pas karena dengan satu juta wisman dan satu juta wisnus Lombok saat ini baru menjadi menjadi second destination setelah Bali. Kalau mau jadi main destination harus merubah mindset," ungkap Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona.
Terlebih dengan kemenangan Lombok di ajang wisata halal dunia, harus dimanfaatkan untuk menggaet pasar wisata muslim dari berbagai negara.
" Pasar Timur Tengah harus dikuasai dan Chinese muslim yang hampir 20 juta, Singapura dan Malaysia akan menjadi target utama," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Arief Yahya mendorong Gubernur NTB untuk mengajukan wilayahnya sebagai Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Sehingga para wisman yang datang langsung melalui Lombok dapat meningkat sekitar 20 persen.
" Saat ini baru ada lima titik pemeriksaan imigrasi yaitu Kualanamu Medan, Hang Nadim Batam, Jakarta, Surabaya dan Bali. Tidak semua bandara internasional boleh menerima bebas visa yang baru, yakni 75 negara," lanjut Arief.
Tak hanya permasalah perizinan bandara, Arief Yahya juga berharap Lombok mempersiapkan diri untuk menerima kunjungan kapal pesiar ke Indonesia. Sehingga wisata bahari di 'Kota Seribu Masjid' ini dapat terangkat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya