Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Generasi Milenial `terjangkit` Demam Solo Travelling. (Foto: Shutterstock)
Dream – Kalau biasanya liburan biasa dilakukan dengan keluarga atau pasangan, kini banyak orang yang melakukannya sendiri (solo traveling). Demam solo traveling banyak terjadi pada millenial.
Terutama, buat yang suka berselancar di media sosial dan menemukan tempat indah atau trip 'ramah kantong'.
" Millenials tertarik untuk solo traveling karena mereka ingin melakukan hal baru. Mereka bisa mengatur perjalanan sendiri dengan internet dan bisa lebih fleksibel," kata Head APAC & Marketing Technology Wego, James Huang, di Jakarta, Selasa kemarin.
James mengatakan orang-orang yang doyan solo traveling ini “ meninggalkan” informasi harga tiket, tempat tinggal, akomodasi, atau biaya masuk ke tempat rekreasi di internet.
" Sebagian besar millenials itu merupakan 'vacational user' yang pergi untuk rekreasi. Jadi, mereka cari tahu lewat media sosial, mau pergi kemana dan bisa ngapain aja," kata VP Performance Marketing Tiket.com, Dyah Wulandari.
© Dream
James menambahkan informasi yang ditinggalkan ini memang sering membantu. Tapi, tak sedikit orang merasa tertipu atau rugi karena informasinya kurang tepat.
Jika ingin bepergian sendirian, kamu harus lebih banyak riset dan mencari sumber tepercaya supaya bisa mendapatkan informasi yang tepat.
" Kalau online planning, millenials perlu melakukan banyak riset supaya lebih aman. Beberapa komentar atau review online itu palsu. Jadi harus ekstra hati-hati dan jangan mudah percaya pada satu sumber saja,” kata dia.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest