Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (Kemenparekraf)
Dream - Pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari dampak pandemi Covid-19 dinilai tidak mudah. Butuh banyak inovasi untuk menggeliatkan kembali dunia pariwisata Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menilai salah satu cara untuk memulihkan pariwisata Nusantara yaitu dengan mengajak lebih banyak orang untuk beraktivitas di destinasi. Untuk itu, dia mendorong untuk mengembangkan paket belajar dan bekerja dari destinasi, khususnya di Bali.
" Salah satu garda terdepan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah PHRI. PHRI adalah mitra pemerintah dalam mempertahankan lapangan kerja yang jumlahnya jutaan dan menangkap berbagai peluang untuk bangkit kembali," ujar Sandiaga dalam keterangan yang dirilis pada laman Kemenparekraf.
Sandiaga mengajak pelaku industri untuk melihat potensi ini dengan baik. Dia pun memprediksi ada sekitar 5.000-7.500 wisatawan Jabodetabek serta sejumlah kota besar yang berpeluang besar memanfaatkan program belajar dan bekerja dari destinasi.
" Pasarnya ada. PHRI Pusat sudah melakukan kerja sama dengan airlines dan pihak kami, kalau sudah ada izin dari Pemprov Bali akan kita langsung eksekusi dalam promosi. Kalau bisa dieksekusi bulan Maret," kata Sandiaga.
Pemerintah, kata Sandiaga, akan berupaya maksimal mendukung berbagai program yang akan dijalankan industri. Termasuk menargetkan lebih banyak lagi pelaku usaha hotel dan restoran yang mendapatkan sertifikasi CHSE secara gratis.
" Mudah-mudahan ini menjadi satu harapan inovasi, terobosan baru untuk membangkitkan pariwisata dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya," kata Sandiaga.
Ketua PHRI Pusat, Hariyadi Soekamdani, mengatakan belajar dan bekerja dari destinasi, khususnya di Bali memang menjadi salah satu program yang akan dijalanan dalam waktu dekat. Dia menyatakan konsep program ini bukan liburan namun beraktivitas laiknya hari normal yaitu beralar dan bekerja namun tidak di sekolah dan kantor.
" Mereka berkegiatan tapi dengan mendapatkan suasana lingkungan yang berbeda," kata Hariyadi.
Hariyadi mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan airlines, dalam hal ini AirAsia yang akan mendukung dari segi transportasi. Dengan harga yang kompetitif, dia yakin konsep ini bisa menjadi salah satu program jangka pendek yang bisa dijalankan industri.
" Tinggal sekarang teman-teman di Bali untuk menangkap peluang ini. Kalau kita bisa menyajikan harga yang kompetitif, tentu ini peluang yang besar. Jumlahnya mungkin bisa mencapai 20 ribu bahkan lebih (wisatawan). Potensi pasar ini tentunya bisa dikembangkan ke destinasi lain ke depannya selain Bali," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya