Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Konferensi Pers Kompetisi Blue Band Master Oleh-oleh (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Berkunjung ke sebuah daerah, tak lengkap rasanya jika pulang tanpa membawa oleh-oleh. Dalam hal ini, makanan menjadi salah satu bentuk oleh-oleh yang paling banyak diburu kerena dapat menggambarkan kekhasan dan keunikan masing-masing daerah.
Melihat perkembangan bisnis sentra oleh-oleh yang terus meningkat pesat dan menjanjikan di dunia pariwisata Indonesia, maka Unilever Food Solution (UFS) ingin memberikan dukungan dengan menyelenggarakan Kompetisi Blue Band Master Oleh-oleh.
"Kementerian Pariwisata mendorong Kompetisi Blue Band Master Oleh-oleh karena PDB (Produk Domestik Bruto) terbesar berasal dari kuliner selain fesyen. Jadi top two setelah fesyen," ungkap Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kemenpar, Lokot Ahmad Enda saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 8 September 2016.
Melalui ajang ini diharapkan dapat menyalurkan kreativitas para pelaku industri bakery dan pastry di seluruh penjuru Indonesia dalam menciptakan ragam kreasi oleh-oleh nusantara.
Managing Director Unilever Food Solution PT Unilever Indonesia, Thomas Agus Pamudji menegaskan bahwa ragam variasi oleh-oleh khas dapat berkontribusi mendorong sektor pariwisata dan perekonomian daerah terkait.
"Para pelakun industri bakery dan pastry berperan penting dalam menghadirkan sajian khas masing-masing daerah," imbuh Thomas.
Data Badan Statistik Dunia mencatat pertumbuhan pariwisata Indonesia mengalami peningkatan sebesar 7,2 persen. Melampaui pertumbuhan pariwisata dunia yang hanya sebesar 4,4 persen. Sehingga membuat pariwisata Indonesia masuk dalam peringkat 50 dunia, atau naik 20 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Sektor pariwisata Indonesia telah berkontribusi sekitar empat persen dari total perekonomian atau PDB Indonesia," terang Lokot.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia