Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Ilustrasi
Dream - Berbagai pihak telah bersiap menyambut fenomena langka, Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret mendatang. Selain potensi pariwisata, Kepala LAPAN, Thomas Jamaludin mengungkapkan pentingnya proses pembelajaran dan penelitian dalam peristiwa besar tersebut.
GMT sendiri akan terjadi lebih awal di wilayah barat Indonesia. Hal ini menuai banyak pertanyaan, karena lazimnya matahari terbit dari ufuk timur. Menggunakan kata matahari memang membuat masih ada masyarakat keliru dengan fenomena alam ini.
Sebagian masyarakat Indonesia juga sering mengaitkan GMT dengan mitos Buto Ijo. Mereka menganggap Buto Ijo datang dari sebelah barat dan perlahan memakan bulan sehingga terjadilah gerhana.
Mematahkan mitos tersebut, Thomas pun menjelaskan alasan ilmiah mengapa gerhana terjadi lebih awal di wilayah barat Indonesia.
Pada saat pagi terjadi GMT, bulan akan bergeser menghalangi cahaya matahari. Pergerakan bulan dalam mengitari matahari terjadi dari arah barat menuju timur sehingga GMT akan terjadi dari arah barat hingga ke lautan Hindia. Lalu melintasi 12 provinsi yang berada di wilayah Indonesia dan kemudian berakhir di Samudra Pasifik.
" Di sini terjadi paling pagi di Pulau Pagai. Lebar jangkauan gerhana 100-120 kilometer. Puncak gerhana di wilayah barat pada pukul 7.20 sekitar 1,5-2 menit. Lalu bagian tengah pukul 8.35 WITA selama 2 menit. Sedangkan wilayah timur jam 9.50 WIT sekitar 2-3 menit," jelas Thomas di Hotel Sari Pan Pasific pada Senin, 25 Januari 2016.
Pulau Pagai adalah salah satu daerah di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Thomas menambahkan, semakin ke timur puncak gerhana total memang terjadi semakin lama. Diperkirakan di daerah Maluku Utara mencapai 3 menit 17 detik.
" Di tempat yang mengalami GMT, matahari yang sudah mulai meninggi akan tertutup piringan bulan dari mulai atas hingga tertutup sempurna. Saat itu akan muncul korona, nah pada saat inilah momen yang paling ditunggu-tunggu pemburu gerhana," tegas Thomas.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
